KabarDermayu.com – Kabar mengenai hilangnya mahasiswi Telkom University, Nadira Az-Zahra, yang sempat membuat geger publik, kini telah menemui titik terang.
Informasi mengenai mahasiswi berusia 21 tahun ini sempat menyebar luas di berbagai platform media sosial dan aplikasi percakapan. Dalam informasi tersebut, disertakan ciri-ciri pakaian terakhir yang dikenakan Nadira serta permintaan bantuan kepada masyarakat untuk ikut melakukan pencarian.
Peristiwa ini tentunya menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi banyak pihak, terutama karena Nadira dilaporkan menghilang setelah berpamitan untuk berangkat kuliah.
Namun, setelah melalui upaya penelusuran yang melibatkan keluarga, pihak kampus, dan aparat kepolisian, keberadaan mahasiswi Program Studi Sistem Informasi Kota Cerdas (SIKC) Fakultas Ilmu Terapan Telkom University ini akhirnya berhasil ditemukan.
Pihak kepolisian telah mengonfirmasi bahwa Nadira tidak menjadi korban tindak kriminal dan ditemukan dalam keadaan sehat serta selamat.
Berikut adalah kronologi lengkap terkait kasus Nadira Az-Zahra yang sempat dikabarkan hilang:
1. Pamitan Berangkat Kuliah pada 30 Juni 2026
Peristiwa ini bermula pada hari Selasa, 30 Juni 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Nadira Az-Zahra berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk berangkat menuju kampus Telkom University yang berlokasi di kawasan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.
Mahasiswi yang masuk perkuliahan pada tahun 2025 ini diketahui menggunakan layanan ojek daring untuk menuju kampusnya. Saat meninggalkan rumahnya yang beralamat di Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Nadira membawa perlengkapan kuliahnya.
Perlengkapan tersebut terdiri dari tas ransel berwarna krem yang di dalamnya terdapat laptop, tablet, dan telepon genggam.
2. Nomor Ponsel Mendadak Tidak Aktif
Beberapa jam setelah keberangkatannya, pihak keluarga mulai kehilangan kontak dengan Nadira. Telepon seluler yang dibawanya dilaporkan tidak dapat dihubungi lagi sejak sekitar pukul 12.30 WIB pada hari yang sama.
Kondisi ini sontak membuat keluarga merasa panik karena tidak ada kabar sama sekali mengenai keberadaan Nadira. Berbagai upaya untuk menghubungi melalui telepon maupun pesan singkat tidak membuahkan hasil, mengingat nomor ponselnya sudah tidak aktif.
3. Keluarga Melapor ke Polisi dan Kampus
Memasuki hari Rabu, 1 Juli 2026, keluarga yang masih belum mendapatkan kabar mengenai Nadira memutuskan untuk melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian.
Selain itu, keluarga juga berkoordinasi dengan pihak Telkom University guna mendapatkan bantuan dalam proses pencarian Nadira. Kabar mengenai hilangnya mahasiswi ini kemudian menyebar luas melalui grup WhatsApp dan berbagai platform media sosial lainnya, sehingga menarik perhatian publik.
4. Telkom University Ikut Mendampingi Proses Pencarian
Menanggapi laporan yang diterima, pihak Telkom University membenarkan bahwa Nadira Az-Zahra merupakan mahasiswi aktif dari Program Studi S1 Terapan Sistem Informasi Kota Cerdas (SIKC), Fakultas Ilmu Terapan.
Kampus kemudian mengerahkan tim dari Direktorat Kemahasiswaan, Karier, dan Alumni (Ditmawa/KKA) untuk mendampingi keluarga selama proses pencarian berlangsung.
5. Polisi Temukan Nadira di Rumah Bibinya
Setelah melakukan serangkaian penelusuran bersama pihak keluarga, aparat kepolisian akhirnya berhasil memperoleh informasi mengenai keberadaan Nadira.
Kapolsek Rancasari, Kompol Herman Junaidi, mengungkapkan bahwa Nadira ternyata berada di rumah bibinya. Lokasi rumah bibinya tersebut berada di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung.
Dengan ditemukannya Nadira, pihak kepolisian memastikan bahwa mahasiswi berusia 21 tahun tersebut berada dalam kondisi yang sehat dan aman.
6. Polisi Ungkap Penyebab Nadira Meninggalkan Rumah
Setelah memastikan keberadaan Nadira, kepolisian juga memberikan keterangan mengenai alasan di balik keputusannya untuk meninggalkan rumah dan mematikan telepon selulernya.
Menurut hasil penelusuran yang dilakukan, tidak ditemukan adanya indikasi penculikan maupun keterlibatan tindak kriminal. Pihak kepolisian menyebutkan bahwa persoalan ini dipicu oleh adanya konflik internal di dalam lingkungan keluarga.
Dengan adanya fakta tersebut, kepolisian memutuskan untuk menghentikan proses pencarian secara resmi. Hal ini dikarenakan Nadira telah ditemukan dalam keadaan selamat dan berada di lingkungan keluarga.
Kasus yang sempat menjadi perhatian luas di media sosial ini akhirnya berakhir dengan kabar yang melegakan. Pihak kepolisian kembali menegaskan bahwa Nadira Az-Zahra tidak menjadi korban penculikan ataupun tindak kejahatan lainnya.
Keberadaannya yang telah diketahui publik sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang sempat berkembang selama proses pencarian berlangsung. Kini, fokus penanganan kasus ini akan lebih diarahkan pada penyelesaian persoalan internal keluarga yang diduga menjadi latar belakang kepergian mahasiswi Telkom University tersebut.





