Harga Cabai, Bawang Merah Anjlok! Cek Daftar Lengkapnya

oleh -2 Dilihat
Harga Cabai, Bawang Merah Anjlok! Cek Daftar Lengkapnya

KabarDermayu.com – Memasuki awal Juli 2026, pasar komoditas pangan strategis nasional menunjukkan tren penurunan harga yang cukup signifikan pada mayoritas produk. Data terbaru mencatat anjloknya harga cabai rawit merah, diikuti oleh bawang merah dan sejumlah komoditas hortikultura lainnya.

Penurunan paling drastis terlihat pada cabai rawit merah, yang mengalami pelemahan harga hampir 8 persen. Komoditas ini menjadi sorotan utama karena penurunan yang tajam dibandingkan dengan komoditas pangan strategis lainnya.

Sementara itu, beberapa komoditas seperti bawang putih, daging sapi, dan jenis beras tertentu justru mencatat kenaikan harga. Pergerakan harga yang bervariasi ini mencerminkan dinamika pasar pangan di Tanah Air.

Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, per Sabtu, 4 Juli 2026, pukul 08.40 WIB, harga cabai rawit merah tercatat turun sebesar Rp5.350 per kilogram. Dengan demikian, harga komoditas ini kini berada di angka Rp62.100 per kilogram.

Tren pelemahan harga juga merata di kelompok komoditas cabai lainnya. Cabai merah besar mengalami penurunan harga sekitar Rp2.950, menjadi Rp50.500 per kilogram. Cabai merah keriting juga terkoreksi sekitar Rp2.200, sehingga harganya menjadi Rp50.900 per kilogram.

Lebih lanjut, cabai rawit hijau juga tidak luput dari tren penurunan. Komoditas ini melemah sebesar Rp2.050, dengan harga jual saat ini Rp49.750 per kilogram. Penurunan ini menandakan adanya surplus pasokan atau menurunnya permintaan di pasar.

Di sisi lain, bawang merah ukuran sedang juga mengalami koreksi harga yang cukup dalam. Komoditas ini turun sebesar Rp3.050, mencapai Rp47.800 per kilogram. Penurunan ini cukup signifikan mengingat bawang merah merupakan salah satu bumbu pokok yang banyak digunakan.

Namun, berbeda dengan bawang merah, bawang putih ukuran sedang justru mencatatkan kenaikan harga. Kenaikan tipis sebesar Rp400 membuat harga bawang putih kini berada di angka Rp44.100 per kilogram. Komoditas ini menjadi salah satu pengecualian di tengah tren penurunan harga pangan.

Pada kelompok komoditas beras, pergerakan harga cenderung stabil dengan kenaikan yang sangat tipis pada beberapa kategori. Beras kualitas bawah I naik Rp50 menjadi Rp14.700 per kilogram, sementara beras kualitas medium II naik Rp50 menjadi Rp16.150 per kilogram.

Beras kualitas super I juga mengalami kenaikan tipis sebesar Rp50, sehingga kini dihargai Rp17.650 per kilogram. Kenaikan ini menunjukkan bahwa permintaan untuk kualitas beras premium masih terjaga.

Sementara itu, harga beras kualitas bawah II justru mengalami penurunan tipis sebesar Rp50, menjadi Rp14.500 per kilogram. Untuk harga beras kualitas medium I dan beras kualitas super II, terpantau stabil tanpa perubahan, masing-masing di Rp16.350 per kilogram dan Rp17.100 per kilogram.

Dalam kelompok protein hewani, harga daging ayam ras segar mengalami penurunan sebesar Rp450 per kilogram, menjadi Rp36.600. Begitu pula dengan telur ayam ras segar yang melemah 1,35 persen atau Rp400, kini dijual seharga Rp29.250 per kilogram.

Berbeda dengan komoditas unggas, harga daging sapi justru menunjukkan tren kenaikan. Daging sapi kualitas 1 naik Rp250, mencapai Rp150.250 per kilogram. Daging sapi kualitas 2 juga mengalami kenaikan Rp450, menjadi Rp141.500 per kilogram.

Untuk komoditas bahan pokok lainnya, seperti gula pasir, terjadi penurunan harga pada kedua jenisnya. Gula pasir kualitas premium turun Rp50 menjadi Rp20.250 per kilogram, sementara gula pasir lokal turun Rp50 menjadi Rp19.050 per kilogram.

Harga minyak goreng terpantau relatif stabil di pasar. Minyak goreng curah masih bertahan di harga Rp20.600 per kilogram. Minyak goreng kemasan bermerek 1 juga tidak mengalami perubahan, tetap di Rp24.250 per kilogram, begitu pula dengan minyak goreng kemasan bermerek 2 yang stabil di Rp23.400 per kilogram.