Peringatan 250 Tahun Kemerdekaan AS, Trump Angkat Bicara

oleh -4 Dilihat
Peringatan 250 Tahun Kemerdekaan AS, Trump Angkat Bicara

KabarDermayu.com – Amerika Serikat (AS) pada Sabtu 4 Juli waktu setempat memperingati 250 tahun kemerdekaannya. Dalam momen bersejarah ini, Presiden Donald Trump menyampaikan rasa bangganya terhadap negaranya, menekankan keunggulan AS dalam berbagai aspek, termasuk kekuatan militer.

“Tidak ada yang bisa seperti kita,” tegas Trump dalam pidatonya. Pernyataan ini disampaikan di tengah berbagai rangkaian perayaan yang digelar di seluruh penjuru negeri, mulai dari atraksi pesawat militer hingga pertunjukan kembang api yang memukau.

Namun, kemeriahan perayaan ini tidak luput dari tantangan. Sebagian acara terpaksa terganggu akibat gelombang panas ekstrem yang memecahkan rekor suhu di beberapa wilayah. Cuaca buruk juga turut menambah kendala.

Suhu di kawasan timur dan tengah Amerika Serikat dilaporkan mencapai sekitar 40 derajat Celsius pada siang hari. Kondisi ini memaksa pembatalan parade besar di ibu kota, Washington, dan berdampak pada sejumlah agenda perayaan lainnya di berbagai daerah.

Peringatan badai petir hebat kemudian dikeluarkan oleh pihak berwenang. Hal ini mendorong mereka untuk memerintahkan ribuan orang meninggalkan lokasi acara “Salute to America 250” hanya beberapa jam sebelum pidato Trump. Trump sendiri tampaknya berambisi untuk menjadi pusat perhatian dalam perayaan yang sangat penting ini.

Setelah ribuan orang diizinkan kembali ke National Mall, Trump menyampaikan pidatonya di hadapan kerumunan. Ia memuji rakyat Amerika, menyatakan, “Tidak ada bangsa yang telah berbuat lebih banyak kebaikan, menunjukkan lebih banyak keberanian, mencatat lebih banyak kemajuan, memperbaiki lebih banyak ketidakadilan, atau meraih kejayaan lebih besar daripada rakyat Amerika.”

Lebih lanjut, Trump menekankan peran AS sebagai sumber harapan, janji, cahaya, dan kebanggaan di antara negara-negara di seluruh dunia selama 250 tahun terakhir. Ia menambahkan, “Di seluruh dunia, mereka berusaha menjadi seperti kita. Tidak ada yang bisa seperti kita, dan dengan pertolongan Tuhan, kita akan selalu seperti ini atau bahkan menjadi lebih baik.”

Peringatan 250 tahun penandatanganan Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat dari Inggris ini berlangsung di tengah iklim politik yang masih sangat terpolarisasi di negara tersebut. Para kritikus melontarkan tudingan bahwa Trump memperdalam perpecahan politik dan menggunakan momen peringatan kemerdekaan ini sebagai ajang kampanye politik.

Menjelang pemilihan sela Kongres yang dijadwalkan berlangsung sekitar empat bulan lagi, Trump sebelumnya telah menyebut penampilannya di National Mall, yang membentang dari Gedung Capitol hingga Lincoln Memorial, akan menjadi rapat umum yang “paling spektakuler”.

Acara peringatan ditutup dengan pertunjukan kembang api yang diklaim Trump sebagai “pertunjukan kembang api terbesar dalam sejarah”. Pertunjukan tersebut menampilkan lebih dari 850.000 efek kembang api dan berakhir sekitar 40 menit setelah tengah malam.

Di sisi lain, perayaan Hari Kemerdekaan AS juga diwarnai insiden tragis. Di New York, delapan orang dilaporkan terluka, termasuk empat anak-anak, dalam sebuah insiden penembakan yang terjadi di Brooklyn. Peristiwa ini terjadi bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat.