KabarDermayu.com – Prosesi salat jenazah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang berlangsung di Kompleks Grand Mosalla, Teheran, diwarnai oleh seruan massa untuk menghabisi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Ratusan ribu pelayat memadati kompleks masjid untuk mengikuti salat jenazah yang dimulai pada Minggu pagi waktu setempat. Suasana duka bercampur dengan luapan emosi yang menuntut balasan atas meninggalnya pemimpin berusia 86 tahun tersebut.
Massa yang hadir mengibarkan bendera Iran dan bendera merah yang melambangkan balas dendam, sembari membawa foto Ali Khamenei. Slogan-slogan seperti “Mati untuk Amerika” dan “Mati untuk Israel” terus diteriakkan, menunjukkan tuntutan keras untuk pembalasan.
Poster dan tulisan di dinding Grand Mosalla juga menampilkan ajakan untuk membunuh Donald Trump dan Benjamin Netanyahu. Seruan tersebut menggema kuat di tengah kerumunan yang berduka.
Seorang penyair yang memandu acara sebelum salat, Mohammad Rasouli, menyampaikan pidato yang menyentuh melalui pengeras suara. Ia menyatakan bahwa kain kafan akan menjadi pakaian mereka dan bersumpah bahwa membunuh Trump adalah tanggung jawab mereka.
Rasouli mempertanyakan mengapa “manusia paling biadab di dunia” itu masih hidup, menegaskan bahwa dunia bukan lagi tempat yang aman bagi Trump. Ia juga menekankan bahwa tidak melakukan tindakan balasan adalah sebuah kehinaan.
Duta Besar Iran untuk Armenia, Khalil Shirgholami, turut menyampaikan pandangannya melalui akun media sosial X. Ia menulis bahwa meskipun mereka dapat membunuh manusia, mereka tidak dapat membunuh cita-cita masyarakat Iran.
Shirgholami membandingkan kematian Ayatollah Khamenei dengan memecahkan sebotol parfum yang keharumannya menyebar luas. Ia menganggap musuh tidak akan pernah memahami hal tersebut karena tidak memiliki peradaban, sejarah, maupun kehormatan.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Mohammed Bagher Zolghadr, juga menyerukan perlawanan rakyat Iran menyusul gugurnya pemimpin tertinggi mereka. Ia menyatakan bahwa rakyat menggemakan dua pesan utama.
Pesan tersebut adalah perlawanan terhadap musuh dan balas dendam atas darah pemimpin syahid Iran. Seruan ini mencerminkan tekad kuat rakyat Iran untuk merespons kematian Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai informasi, rangkaian prosesi pemakaman massal selama sepekan ini digelar setelah tertunda lebih dari empat bulan. Penundaan ini disebabkan oleh kekacauan perang di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.
Ali Khamenei dan empat anggota keluarganya turut tewas pada hari pertama perang tersebut. Iran menutup ruang udara selama proses pemakaman untuk memastikan kelancaran dan keamanan acara.
Penghentian sementara penerbangan reguler di Bandara Internasional Mehrabad dan Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran dilakukan pada hari Senin. Langkah ini diambil untuk mendukung pelaksanaan rangkaian prosesi pemakaman yang penting bagi Iran.





