PGN Garap CBM Tanjung Enim 9,7 TCF, Perkuat Energi Nasional

oleh -87 Dilihat
PGN Garap CBM Tanjung Enim 9,7 TCF, Perkuat Energi Nasional

KabarDermayu.com – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus berinovasi mencari sumber pasokan gas baru, termasuk dari sumber non-konvensional. Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis PGN untuk memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor energi.

Salah satu fokus utama PGN saat ini adalah pemanfaatan Coalbed Methane (CBM) atau gas yang terkandung dalam lapisan batubara. Gas ini memiliki potensi besar untuk diolah menjadi gas metana dan menambah volume pasokan gas bumi domestik.

Direktur Utama PGN, Arief K. Risdianto, menjelaskan bahwa eksplorasi sumber-sumber baru ini sangat krusial dalam penguatan gas bumi domestik. Selain itu, program ini juga dirancang untuk mengatasi berbagai kendala dalam pengembangan infrastruktur gas bumi, khususnya di wilayah Pagardewa dan sekitarnya.

PGN tidak hanya mengandalkan CBM. Perusahaan juga menjajaki potensi pasokan dari biomethane yang bersumber dari limbah kelapa sawit, serta Synthetic Natural Gas (SNG). Ketiga sumber energi ini diprediksi memiliki potensi yang sangat signifikan di wilayah Sumatera Selatan.

“Untuk menjaga kestabilan pasokan dan memanfaatkan kekayaan alam Sumatera Selatan, PGN tengah mengembangkan infrastruktur injection point,” ujar Arief. Infrastruktur ini berfungsi sebagai titik pengumpul gas dari berbagai sumber, termasuk CBM, biomethane, dan sumber lainnya, sebelum disalurkan ke dalam jaringan pipa transmisi yang sudah ada.

Pengembangan CBM di Tanjung Enim, menurut PGN, membuka peluang monetisasi sumber daya gas non-konvensional yang selama ini belum tergarap secara optimal. Inisiatif ini juga menjadi opsi diversifikasi pasokan gas domestik yang vital untuk mendukung kebutuhan sektor industri dan pembangkit listrik.

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal (Ditjen) terkait, potensi CBM di Tanjung Enim diperkirakan mencapai 9,7 Trillion Cubic Feet (TCF) Original Gas in Place (OGIP). Nilai potensi gas ini ditaksir mencapai sekitar US$15,4 miliar.

PGN telah menyatakan kesiapan teknis dan komersialnya. Perusahaan telah menyusun skema pemanfaatan gas bumi yang ada, dengan target penyaluran yang diproyeksikan meningkat secara bertahap, mulai dari 1 MMSCFD hingga mencapai 25 MMSCFD.

Pada Jumat, 3 Juli 2026, PGN menerima kunjungan kerja dari Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman. Kunjungan yang berlangsung di Stasiun Penerima Gas (SPG) dan Stasiun Kompresor Gas (SKG) Pagardewa ini juga dihadiri oleh pejabat penting lainnya, termasuk Kasdam II/Sriwijaya, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim, serta anggota DPRD Kabupaten Muara Enim.

Kantor Staf Presiden (KSP) hadir dalam kunjungan tersebut untuk memastikan bahwa seluruh program prioritas nasional berjalan efektif dan tepat sasaran. Perhatian khusus diberikan pada program yang berkaitan dengan ketahanan energi, peningkatan kapasitas produksi domestik, dan pengurangan ketergantungan pada impor energi.

Kepala Staf Kepresidenan menekankan bahwa percepatan proyek pengembangan CBM menjadi perhatian bersama karena nilai strategisnya bagi kepentingan nasional. Meskipun masih ada beberapa aspek administrasi yang perlu diselesaikan, seperti penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), seluruh pihak sepakat akan pentingnya penyelesaian yang cepat sesuai ketentuan yang berlaku.

KSP mendorong penyelesaian hambatan lintas sektor agar pengembangan Gas Metana Batubara dari wilayah Muara Enim dapat segera memasuki tahap komersialisasi. Proses penyelesaian administrasi tetap harus mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Integrasi infrastruktur berbasis pipeline dan non-pipeline disebut sebagai kunci utama efektivitas penyerapan energi ini. Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN dengan rekam jejak yang solid dan portofolio infrastruktur gas bumi yang luas, siap menjalankan peran strategisnya. PGN akan menjadi jembatan utama antara sumber pasokan gas dan masyarakat, sambil tetap mematuhi prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

PGN menggarisbawahi bahwa percepatan proyek strategis ini memerlukan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan. Dukungan dari KSP dinilai sangat penting dalam menjembatani komunikasi antar pihak, guna memastikan koordinasi yang taktis dan efektif, serta keselarasan peran masing-masing pihak dengan tindak lanjut yang jelas.

“PGN menegaskan komitmen jangka panjangnya untuk terus mengawal kebijakan Pemerintah. Dari wilayah Muara Enim dan Pagardewa, PGN bertekad menghadirkan solusi energi domestik yang bersih, andal, dan memberikan efek berganda yang luas bagi masyarakat serta berkontribusi pada perekonomian daerah,” tutup Arief.