KabarDermayu.com – Seorang ahli kunci yang dilibatkan dalam pembongkaran brankas rahasia di sebuah rumah di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, memberikan keterangan mengenai spesifikasi brankas tersebut. Menurutnya, brankas yang ternyata menyimpan emas batangan dan uang bernilai ratusan miliar rupiah itu bukanlah brankas biasa. Brankas tersebut memiliki sistem keamanan berlapis dengan konstruksi yang sangat khusus.
Ahli kunci yang bernama Roy ini dipanggil oleh Polres Bogor untuk membantu proses pembongkaran brankas. Pemanggilan ini dilakukan saat penggeledahan terkait penyidikan tiga kasus dugaan korupsi yang melibatkan PT PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel. Setibanya di lokasi, Roy menemukan bahwa brankas tersebut memiliki tingkat keamanan yang jauh lebih tinggi dibandingkan brankas konvensional yang sering ditemui.
Ditaksir Bernilai Lebih dari Rp20 Juta
Berdasarkan penilaian Roy, brankas yang berhasil dibongkarnya ini termasuk dalam kategori premium. Mengingat pengalaman dan jenis sistem pengamanan yang terpasang, ia memperkirakan harga brankas tersebut mencapai lebih dari Rp20 juta. Nilai yang tinggi ini disebabkan oleh kualitas material yang digunakan serta mekanisme pengunciannya yang canggih.
Roy menjelaskan bahwa kualitas material dan mekanisme penguncian menjadi faktor utama tingginya nilai brankas tersebut, jauh melampaui harga brankas besi biasa yang umum digunakan. Ia menyatakan bahwa sistem keamanannya sangat baik, menggunakan kombinasi kunci putar dan kunci manual. Brankas ini memiliki dua lapis baja, menandakan konstruksi yang kokoh dan bukan sekadar kotak besi biasa.
Punya Dua Sistem Penguncian
Salah satu keunggulan utama brankas tersebut, menurut Roy, terletak pada sistem penguncian gandanya. Brankas ini mengombinasikan dua mekanisme pengamanan secara bersamaan, yaitu:
- Kunci kombinasi putar.
- Kunci manual.
Kombinasi kedua sistem ini membuat proses pembukaan menjadi lebih sulit, karena tidak cukup hanya dengan membuka salah satu jenis kunci. Selain itu, material penyusun brankas yang menggunakan baja dua lapis memberikan tingkat perlindungan yang lebih tinggi dibandingkan brankas standar. Konstruksi ini membuat pembongkaran tidak bisa hanya dilakukan dengan membuka sistem penguncian, melainkan memerlukan alat pemotong khusus.
Dibuka Menggunakan Gerinda Selama 15 Menit
Setelah upaya menjebol bagian penguncian manual tidak berhasil, Roy bersama petugas akhirnya memutuskan untuk menggunakan mesin gerinda untuk membuka pintu brankas. Proses pembongkaran berlangsung relatif cepat karena dilakukan secara langsung menggunakan alat pemotong, setelah mekanisme penguncian normal tidak lagi bisa dibuka.
“Langsung saja, gerak cepat, langsung digerinda, langsung dibuka. Kurang lebih 15 menitan,” ujar Roy, menjelaskan kecepatan proses pembongkaran.
Tersembunyi di Balik Lemari
Roy juga mengungkapkan bahwa posisi brankas tersebut sengaja disamarkan agar tidak mudah diketahui. Brankas itu terletak di lantai dua rumah, tepatnya di dalam sebuah kamar. Dari luar, keberadaannya tertutup oleh lemari, sehingga tampak seperti bagian biasa dari ruangan tersebut.
Ia memperkirakan ukuran pintu brankas sekitar 1,5 meter x 80 sentimeter. Namun, berbeda dari brankas pada umumnya, pintu tersebut ternyata menjadi akses menuju sebuah ruang penyimpanan yang berada di dalam dinding bangunan. Roy menjelaskan bahwa posisi brankas ada di lantai dua, di dalam kamar, dan tertutup lemari. Ukurannya sekitar 1 meter lebih, 1,5 meter x 80 cm, dan posisinya ada di dalam tembok. Jadi, itu adalah pintu brankas yang di dalamnya terdapat ruangan, bukan brankas kotak besi biasa.
Roy menambahkan bahwa ia sempat melihat sejumlah koper berada di dalam ruangan tersebut. Namun, ia mengaku hanya melihat dari luar dan tidak ikut masuk ke dalam ruangan penyimpanan. “Di dalam (ruangan) lihat ada koper, tapi saya lihat dari luar, kan nggak masuk,” katanya.
Simpan Emas 74 Kilogram dan Uang Ratusan Miliar
Setelah brankas berhasil dibuka, polisi menemukan barang bukti berupa emas batangan seberat 74 kilogram, serta uang tunai dalam mata uang rupiah, dolar Amerika Serikat, dan dolar Singapura. Seluruh barang bukti tersebut tersimpan di dalam tujuh koper yang berada di ruang penyimpanan di balik pintu brankas.
Kepala Kortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto merinci hasil penggeledahan tersebut, yang terdiri dari:
- Emas batangan seberat 74 kilogram.
- Uang tunai sebesar 4.767.300 dolar Amerika Serikat.
- Uang tunai sebesar 14.083.800 dolar Singapura.
- Uang tunai Rp100 juta.
Menurut Totok, total nilai seluruh barang bukti tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp476 miliar. “Ditemukan brankas terkunci, setelah dibuka berisi tujuh koper. Yang pertama 74 kg emas batangan, kemudian 4.767.300 USD. Kemudian, 14.083.800 SGD, kemudian 100 juta rupiah. Estimasi total dalam rupiah senilai Rp476 miliar,” jelas Totok.
Penggeledahan rumah di Sentul ini dilakukan dalam rangka penyidikan tiga perkara dugaan korupsi yang berkaitan dengan PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, penanganan perkara tersebut menjadi atensi khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa penggeledahan ini merupakan bagian dari proses penyidikan untuk mengumpulkan alat bukti dalam dugaan tindak pidana korupsi, yang meliputi suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang.





