ESDM Tambah Kuota Batu Bara: Bos PLN Janji Listrik Aman!

oleh -3 Dilihat
ESDM Tambah Kuota Batu Bara: Bos PLN Janji Listrik Aman!

KabarDermayu.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) telah mengambil langkah strategis dengan memberikan tambahan kuota produksi batu bara. Keputusan ini secara spesifik ditujukan untuk memenuhi kebutuhan operasional pembangkit listrik PT PLN (Persero).

Direktur Jenderal Minerba, Tri Winarno, menegaskan bahwa tambahan kuota ini murni diperuntukkan bagi kebutuhan PLN. “Untuk yang batu bara, (tambahannya) hanya diperuntukkan untuk yang PLN,” ujar Tri di Kementerian ESDM, Jakarta, pada Jumat, 10 Juli 2026.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Pemerintah tidak ingin produksi batu bara tersendat hingga mengganggu kebutuhan domestik, namun di sisi lain juga berupaya agar pasokan di pasar internasional tidak mengalami kelebihan pasokan (oversupply).

Tri menambahkan, “Untuk mengejar yang itu (kebutuhan dalam negeri), tapi jangan sampai ada oversupply. Itu aja.” Ia juga membuka kesempatan bagi para pengusaha tambang untuk mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) hingga batas akhir 31 Juli.

Menanggapi kebijakan ini, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, memberikan jaminan bahwa tidak akan ada lagi pemadaman listrik di wilayah Jawa. Ia menyatakan bahwa PLN telah melakukan penguatan sistem kelistrikan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Darmawan menjelaskan bahwa untuk jangka pendek, PLN telah berhasil mendapatkan tambahan pasokan batu bara dengan kalori di atas 4.500 kcal per kg. “Adanya tambahan batu bara dengan spesifikasi 4.500 (kcal) ke atas. Juli ini ada tambahan 1,8 juta ton, kemudian Agustus sampai Desember ada tambahan sekitar 3 juta ton dari existing,” papar Darmawan.

Selain itu, PLN juga berencana untuk melakukan modifikasi atau retrofit pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) agar dapat menggunakan batu bara berkalori lebih rendah. Hal ini merupakan langkah proaktif untuk mencegah terjadinya pemadaman bergilir.

Darmawan menyoroti keberhasilan modifikasi PLTU Suralaya unit 6 dan 7 sebagai contoh nyata. Kedua unit pembangkit tersebut kini mampu beroperasi menggunakan batu bara berkalori rendah, sekitar 4.100–4.300 kcal per kg, yang sebelumnya membutuhkan spesifikasi kalori lebih tinggi, yakni 4.600–4.800 kcal per kg.