KabarDermayu.com – Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, menyambut hangat kunjungan Menteri Besar Selangor, Malaysia, Dato’ Seri Amirudin Bin Shari, di Jakarta pada Jumat, 10 Juli 2026. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan Selangor, khususnya dalam bidang perdagangan dan industri.
Fokus utama kolaborasi ini adalah peningkatan nilai perdagangan, investasi, pengembangan industri strategis, serta pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Dyah Roro Esti menekankan bahwa hubungan ekonomi kedua negara terus menguat, dibuktikan dengan nilai perdagangan Indonesia-Malaysia yang mencapai US$24,22 miliar pada tahun 2025. Angka ini menjadi fondasi kokoh untuk kerja sama ekonomi yang lebih luas di kawasan ASEAN.
Indonesia memandang Selangor sebagai mitra ekonomi yang sangat strategis. Kedekatan geografis, konektivitas logistik yang baik, dan struktur ekonomi yang saling melengkapi menjadi modal penting. Hal ini memungkinkan pembangunan rantai pasok regional yang lebih tangguh dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Salah satu agenda yang mendapat apresiasi tinggi adalah penyelenggaraan Selangor International Business Summit (SIBS) @ ASEAN 2026: Bandung Edition. Acara ini merupakan yang pertama kali digelar di luar Malaysia, dengan Indonesia sebagai tuan rumah. Pemerintah Indonesia melihat ini sebagai langkah strategis untuk mempererat hubungan antar pelaku usaha dan membuka peluang investasi serta perdagangan baru di ASEAN.
Dyah Roro menambahkan bahwa peran pemerintah sangat krusial dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui kebijakan perdagangan yang adaptif. Namun, peningkatan hubungan ekonomi akan semakin optimal jika didukung oleh kolaborasi aktif antar pelaku usaha melalui kemitraan business-to-business (B2B) yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, kedua pihak sepakat untuk memperluas kerja sama ke berbagai sektor strategis. Sektor-sektor tersebut meliputi industri semikonduktor, manufaktur bernilai tambah, dirgantara, maintenance, repair and overhaul (MRO), pusat data, ekonomi digital, logistik, hingga pengembangan infrastruktur. Sinergi di sektor-sektor ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri kedua negara dan memperkuat integrasi rantai pasok regional.
Dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, Indonesia menyambut baik tawaran dari Pemerintah Selangor. Tawaran tersebut mencakup dukungan untuk pengembangan talenta Indonesia di sektor semikonduktor melalui program pelatihan yang melibatkan perusahaan teknologi global. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia dalam menghadapi transformasi industri berbasis teknologi tinggi.
Kedua negara juga berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan vokasi, peningkatan kompetensi tenaga kerja, transfer teknologi, serta pertukaran pengetahuan. Tujuannya adalah untuk menciptakan tenaga kerja yang siap menghadapi kebutuhan industri masa depan yang terus berkembang.
Dyah Roro menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk memperdalam kerja sama dengan Malaysia, khususnya Selangor. “ASEAN akan semakin kuat apabila negara-negara anggotanya saling melengkapi, memperkuat rantai pasok regional, dan membangun kemitraan yang saling menguntungkan. Indonesia berkomitmen untuk terus memperdalam kerja sama dengan Malaysia, termasuk Selangor, guna menciptakan kawasan yang lebih tangguh, inovatif, dan kompetitif,” pungkasnya.
Pertemuan ini tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga membuka jalan bagi kolaborasi ekonomi yang lebih substansial dan saling menguntungkan di masa depan, sejalan dengan semangat penguatan kerja sama ASEAN.





