Dongkrak Padi Surade: Demplot PM-AAS Swadaya Sukses

oleh -1 Dilihat
Dongkrak Padi Surade: Demplot PM-AAS Swadaya Sukses

KabarDermayu.com – Upaya meningkatkan produksi padi di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus digalakkan. Kali ini, para penyuluh pertanian di wilayah tersebut berinisiatif untuk memperkenalkan dan menerapkan metode budidaya padi modern yang dikenal sebagai PM-AAS (Pupuk Makro-Aplikasi Alami Sistem). Inisiatif ini diwujudkan melalui kegiatan demplot atau demonstrasi plot yang seluruhnya didanai dan dikerjakan secara swadaya oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Surade.

Koordinator BPP Surade, Rimawan, menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan demplot ini adalah untuk secara langsung memperkenalkan teknologi budidaya padi yang lebih efisien kepada para petani. Dengan melihat langsung bagaimana metode PM-AAS diterapkan di lapangan, diharapkan para petani akan lebih tertarik dan termotivasi untuk mengadopsi inovasi ini dalam skala yang lebih luas.

Antusiasme para petani terhadap metode PM-AAS terlihat sejak awal pelaksanaan kegiatan. Banyak dari mereka yang datang untuk menyaksikan secara langsung proses penanaman dan pemeliharaan padi menggunakan metode baru tersebut. Mereka menunjukkan ketertarikan yang besar untuk mempelajari lebih lanjut mengenai teknologi yang diterapkan.

Seluruh aspek kegiatan, mulai dari pengadaan benih unggul, pengolahan lahan yang optimal, pemeliharaan tanaman hingga masa panen, sepenuhnya ditangani secara swadaya oleh BPP Surade. Komitmen ini menunjukkan keseriusan BPP dalam upaya mempercepat adopsi inovasi teknologi pertanian di tingkat petani.

“Alhamdulillah, antusiasme petani sangat tinggi. Mereka ingin melihat langsung bagaimana penerapan metode PM-AAS di lapangan sehingga diharapkan dapat diterapkan lebih luas pada musim tanam berikutnya,” ujar Rimawan dalam keterangannya pada Kamis, 9 Juli 2026.

Salah satu demplot yang dilaksanakan memiliki luas sekitar 2.000 meter persegi. Lahan ini ditanami padi varietas Pajajaran dan berlokasi di lahan milik Kelompok Tani Sukarama, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade.

Menurut Rimawan, potensi pengembangan demplot PM-AAS di Desa Cipeundeuy masih sangat besar. Terdapat sekitar 2 hektare lahan yang belum dimanfaatkan untuk pertanian dan berpotensi menjadi lokasi perluasan penerapan metode ini. Namun, kendala utama yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan modal.

“Untuk lahan sebenarnya masih cukup luas, sekitar 2 hektare yang masih kosong. Kendala utama saat ini adalah permodalan sehingga perlu dukungan berbagai pihak agar penerapan teknologi ini dapat diperluas,” jelasnya.

Metode PM-AAS sendiri merupakan sebuah pendekatan budidaya padi yang dirancang untuk mengoptimalkan pengelolaan tanaman dan sumber daya secara efisien. Penerapan metode ini diharapkan dapat memberikan berbagai manfaat signifikan bagi petani, antara lain peningkatan produktivitas padi, penurunan biaya produksi, serta peningkatan pendapatan petani secara keseluruhan.

Melalui kegiatan demplot ini, para penyuluh pertanian berharap petani dapat melihat secara nyata manfaat teknologi PM-AAS sebelum memutuskan untuk menerapkannya di lahan masing-masing. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibandingkan sekadar penyuluhan teoritis.

Inisiatif yang dilakukan secara swadaya oleh BPP Surade ini menjadi bukti peran aktif penyuluh pertanian sebagai garda terdepan dalam mendorong inovasi di lapangan. Diharapkan ke depannya, dukungan permodalan dan kolaborasi dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta, dapat terjalin untuk memperluas penerapan metode PM-AAS. Dengan demikian, semakin banyak petani padi yang dapat merasakan manfaat peningkatan produktivitas dan kesejahteraan dari usaha tani mereka.