Impor Daging & Susu Prancis Belum Deal: Mendag Akui Jualan Biasa

oleh -1 Dilihat
Impor Daging & Susu Prancis Belum Deal: Mendag Akui Jualan Biasa

KabarDermayu.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan menegaskan bahwa belum ada kesepakatan final mengenai rencana impor daging sapi dan produk susu dari Prancis. Pernyataan ini diluruskan menyusul adanya spekulasi yang muncul setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebutkan adanya pembukaan akses pasar Indonesia untuk komoditas peternakan negaranya.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, secara tegas menyatakan bahwa hingga kini belum ada perjanjian khusus yang disepakati terkait impor kedua komoditas tersebut dari Prancis. Pemerintah tetap memegang prinsip utama untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu.

Menurutnya, kebijakan impor hanya akan diambil apabila pasokan dari peternak dan produsen lokal tidak mencukupi kebutuhan nasional. “Pada prinsipnya kan kalau kita apa namanya kita kebutuhannya harus ada impor, impor itu kan bisa dari mana saja. Tetapi kalau kita surplus ya kita enggak impor,” ujar Budi Santoso di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 4 Juni 2026.

Penegasan ini disampaikan Budi Santoso sebagai respons terhadap apresiasi yang diberikan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron kepada Presiden Prabowo Subianto. Macron sebelumnya menyatakan bahwa Indonesia telah membuka akses ekspor susu dan daging sapi dari Prancis.

Budi Santoso menganggap bahwa tawaran kerja sama perdagangan dari berbagai negara merupakan hal yang sangat lazim dalam dinamika hubungan ekonomi internasional. Namun, keputusan untuk menerima atau menolak tawaran impor tersebut akan selalu didasarkan pada kebutuhan riil yang ada di Indonesia.

Ia menambahkan, “Jadi ya namanya orang jualan kan nawarin biasa ya. Setiap negara juga punya produk yang ditawarkan ke negara lain tetapi kan kita sesuai kebutuhan. Kalau misalnya kita surplus kita pasokan dalam negeri cukup ya enggak perlu impor ya, gitu ya.”

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai apakah sudah ada kesepakatan impor daging dan susu dari Prancis pasca pertemuan kedua kepala negara, Budi kembali menegaskan bahwa pembicaraan tersebut masih berada pada tahap penawaran.

“Lah ya itu, belum. Jadi banyak negara lain tuh menawarkan punya ini itu. Namanya jualan, kan kita juga gitu, kita jualan ke negara lain,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto memang telah menyampaikan apresiasinya atas adanya pembukaan akses pasar Indonesia untuk sektor susu dan daging sapi Prancis. Macron menilai langkah tersebut sejalan dengan agenda ketahanan pangan Indonesia dan juga merupakan bagian dari upaya penguatan hubungan ekonomi kedua negara.

Meskipun demikian, pernyataan Menteri Perdagangan ini menunjukkan dengan jelas bahwa pemerintah Indonesia belum mengambil keputusan final terkait impor komoditas tersebut. Pemerintah menegaskan bahwa kepentingan para peternak dan produsen dalam negeri akan tetap menjadi prioritas utama sebelum keran impor baru dibuka.