Brownies Ketan Sidoarjo: Dari Dapur Rumah ke Pasar Global

oleh -3 Dilihat
Brownies Ketan Sidoarjo: Dari Dapur Rumah ke Pasar Global

KabarDermayu.com – Dari sebuah dapur rumah di Sidoarjo, Jawa Timur, lahir sebuah inovasi kuliner yang kini mampu menembus pasar internasional. Usaha kecil menengah (UMKM) bernama “It’s Me Time” berhasil membuktikan bahwa kegigihan, inovasi, dan dukungan yang tepat dapat membawa produk lokal bersaing di kancah global.

Bisnis yang berfokus pada brownies ketan dengan varian Choco Chip ini dirintis oleh Jalian Setiarsa, atau yang akrab disapa Arso, pada tanggal 2 November 2017. Awalnya, produksi dilakukan secara sederhana dari dapur rumah dengan kapasitas hanya sekitar 300 buah per bulan. Namun, seiring berjalannya waktu, permintaan pasar yang terus meningkat membuka mata Arso terhadap potensi besar yang dimilikinya.

Menyadari perlunya pengelolaan bisnis yang lebih profesional seiring pertumbuhan usaha, Arso mulai menjalin kemitraan dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) sejak tahun 2018. Keputusannya menjadi nasabah simpanan BRI menjadi langkah awal yang krusial, membuka aksesnya terhadap berbagai layanan dan solusi finansial yang ditawarkan oleh bank tersebut.

Dukungan yang diberikan BRI tidak hanya sebatas pada aspek pembiayaan. Arso mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pendampingan langsung yang diberikan oleh petugas BRI di lapangan. Ia merasa petugas BRI memahami betul kebutuhan bisnisnya, memberikan penjelasan dengan ramah, dan secara aktif membantu kelancaran proses bisnisnya agar sesuai dengan kebutuhan yang berkembang.

Arso merasakan komitmen kuat BRI dalam mendukung pelaku usaha kecil. Ia merasa didukung penuh, tidak sendirian dalam menghadapi tantangan modal usaha, yang justru menjadi pemantik semangatnya untuk terus membesarkan “It’s Me Time”.

Setelah mantap menjadi nasabah, Arso semakin mendalami ekosistem pembinaan UMKM dengan bergabung menjadi anggota Rumah BUMN BRI. Di sinilah titik balik transformasi usahanya mulai terlihat lebih terarah. Melalui pendampingan rutin dari tim Rumah BUMN, berbagai aspek bisnisnya dibenahi, mulai dari tata kelola usaha yang lebih baik, peningkatan kualitas produksi, hingga strategi pemasaran yang lebih efektif.

Para mentor di Rumah BUMN membimbing Arso secara mendalam dan intensif untuk membenahi aspek manajerial. Berbagai pelatihan bisnis yang diberikan membuatnya semakin paham dalam mengelola usahanya. Tak hanya itu, para mentor juga turut membantu Arso dalam menata tempat kerja, termasuk memisahkan area produksi dapur dengan area tempat tinggal pribadi.

Lebih lanjut, bimbingan tersebut juga memfasilitasi pengurusan berbagai legalitas baku yang krusial bagi sebuah produk pangan. Berkat upaya berkelanjutan ini, produk brownies ketan “It’s Me Time” berhasil meraih berbagai pengakuan resmi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Sertifikasi seperti PIRT, Halal, GMP, SNI, hingga standar keamanan pangan internasional Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) berhasil diraih.

Langkah penataan mutu dan standardisasi ini terbukti menjadi kunci keberhasilan “It’s Me Time” untuk naik kelas. Pada tahun 2021, volume produksi melonjak drastis, mencapai antara 20.000 hingga 25.000 buah per bulan. Jangkauan pemasarannya pun meluas melintasi Pulau Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan, baik melalui kanal penjualan daring maupun luring.

Puncak pencapaian diraih ketika BRI secara aktif membuka akses pasar dunia bagi “It’s Me Time”. Perusahaan turut serta dalam pameran bergengsi seperti Brilianpreneur, Trade Expo Indonesia, Halal Food Turki, hingga Indonesian Exhibition Australia. Jaringan internasional ini membuahkan hasil nyata berupa transaksi ekspor ke Turki dan Hong Kong pada tahun 2021, disusul Singapura dan Australia pada 2022, serta Malaysia pada 2023.

Selain pencapaian ekspor, “It’s Me Time” juga berhasil meraih penghargaan bergengsi, termasuk Produk Terbaik No. 1 BRI dan peringkat utama di ajang SNI Award. Arso mengungkapkan betapa besar manfaat program pelatihan rutin, pendampingan intensif, hingga dukungan pembiayaan dari BRI dalam membuka wawasannya dalam mengelola bisnis dan memperluas jangkauan pemasarannya.

Senior Executive Vice President Ultra Micro Business BRI, M. Candra Utama, menegaskan komitmen jangka panjang BRI untuk terus mendampingi perjalanan usaha para pelaku industri kreatif dari akar rumput. Upaya ini merupakan bagian integral dari strategi BRI untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Candra menambahkan bahwa BRI berkomitmen untuk terus mendorong UMKM agar tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh dan naik kelas secara berkelanjutan. Melalui Rumah BUMN, fokus utama adalah peningkatan kapasitas usaha dan literasi digital, memastikan UMKM siap bersaing dan berkembang di era modern.