AS Diduga Serang Area Dekat Selat Hormuz, Ketegangan dengan Iran Meningkat

oleh -3 Dilihat
AS Diduga Serang Area Dekat Selat Hormuz, Ketegangan dengan Iran Meningkat

KabarDermayu.com – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah laporan media Iran menyebutkan adanya serangan di wilayah dekat Selat Hormuz.

Serangan tersebut dilaporkan terjadi di sekitar Pulau Qeshm, sebuah lokasi strategis di Teluk Iran yang berdekatan dengan Selat Hormuz.

Beberapa kantor berita Iran melaporkan pada Kamis, 16 Juli 2026, bahwa serangan ini diduga berasal dari Amerika Serikat dan menyasar area sekitar Pulau Qeshm serta Kota Bandar Abbas.

Kantor berita Fars mengutip otoritas setempat yang menyatakan adanya “serangan rudal Amerika di sekitar Qeshm”.

Sementara itu, kantor berita Tasnim melaporkan bahwa salah seorang korespondennya menyaksikan lokasi di sekitar Pulau Qeshm terkena proyektil yang diidentifikasi berasal dari pihak Amerika Serikat.

Bandar Abbas Juga Dilaporkan Menjadi Sasaran

Tidak hanya kawasan Pulau Qeshm, televisi pemerintah Iran juga melaporkan bahwa Kota Bandar Abbas turut menjadi sasaran serangan pada Kamis malam.

Media pemerintah menyebut kota pelabuhan tersebut mengalami apa yang digambarkan sebagai “agresi musuh Amerika”.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang merinci dampak dari serangan tersebut maupun jumlah korban yang dilaporkan.

Ketegangan Kembali Meningkat

Laporan mengenai serangan ini menandai kembali meningkatnya konflik antara Washington dan Teheran.

Situasi ini terjadi sekitar satu bulan setelah kedua negara menandatangani kesepakatan awal yang bertujuan untuk meredakan konflik yang sebelumnya pecah pada akhir Februari 2026.

Konflik sebelumnya dipicu oleh serangan besar-besaran yang dilancarkan oleh Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran.

Meskipun sempat ada upaya untuk meredakan ketegangan, situasi kembali memanas setelah kedua negara saling melancarkan serangan balasan.

Iran Sebelumnya Keluarkan Peringatan

Sebelum laporan serangan terbaru ini muncul, pemerintah Iran telah mengeluarkan peringatan bahwa mereka akan menyerang berbagai infrastruktur di kawasan tersebut.

Peringatan ini disampaikan jika Presiden Amerika Serikat Donald Trump merealisasikan ancamannya untuk menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran.

Pernyataan tersebut dikeluarkan di tengah meningkatnya eskalasi militer antara kedua negara.

Tak lama setelah peringatan itu, terjadi pertukaran serangan baru yang kembali memperburuk hubungan kedua pihak.

Garda Revolusi Klaim Serang Pangkalan AS

Dalam perkembangan terbaru, Garda Revolusi Iran mengklaim telah melancarkan serangan rudal balistik ke sebuah pangkalan udara Amerika Serikat di Yordania.

Serangan tersebut diklaim sebagai balasan atas dugaan serangan Amerika Serikat di dekat sebuah rumah sakit kanker anak di Iran.

Di saat yang bersamaan, Kuwait dan Bahrain juga melaporkan adanya serangan udara yang terjadi di wilayah mereka.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait laporan serangan di sekitar Pulau Qeshm maupun Bandar Abbas.

Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah terus berkembang seiring dengan meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.