Investasi Hilirisasi Capai Rp147,5 Triliun, Berkontribusi Hampir 30 Persen

by -4 Views
Investasi Hilirisasi Capai Rp147,5 Triliun, Berkontribusi Hampir 30 Persen

KabarDermayu.com – Menteri Investasi dan Hilirisasi, yang juga menjabat sebagai Kepala BKPM, Rosan Roeslani, melaporkan pencapaian signifikan dalam realisasi investasi sektor hilirisasi pada kuartal I-2026.

Investasi di sektor ini berhasil menembus angka Rp147,5 triliun. Angka tersebut setara dengan 29,6 persen dari total investasi nasional yang berhasil dihimpun pada periode yang sama.

Rosan Roeslani menegaskan bahwa kontribusi investasi hilirisasi menunjukkan tren yang sangat positif. Hal ini terlihat dari pertumbuhan tahunan yang mencapai 8,2 persen.

Menurutnya, pencapaian ini mencerminkan peran sektor hilirisasi yang semakin besar dalam struktur perekonomian nasional.

“Capaian realisasi bidang hilirisasi ini cukup signifikan, mencapai 29,6 persen di Triwulan pertama ini. Angkanya kurang lebih Rp147,5 triliunan, dengan peningkatan 8,2 persen,” ujar Rosan dalam keterangan tertulis pada Selasa, 28 April 2026.

Lebih lanjut, Rosan merinci sektor-sektor yang menjadi kontributor terbesar dalam investasi hilirisasi. Sektor nikel memimpin dengan nilai investasi mencapai Rp41,5 triliun.

Diikuti oleh sektor tembaga yang menyumbang Rp20,7 triliun. Industri besi dan baja juga memberikan kontribusi besar dengan Rp17 triliun.

Investasi pada hilirisasi bauksit tercatat sebesar Rp13,7 triliun. Sementara itu, investasi pada sektor timah mencapai Rp2,9 triliun, dan sektor hilirisasi lainnya menyumbang Rp2,5 triliun.

Secara keseluruhan, realisasi investasi nasional pada kuartal I-2026 mencapai Rp498,8 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 7,2 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, yaitu Rp465,2 triliun.

Rosan mengungkapkan bahwa capaian investasi nasional ini setara dengan 24,4 persen dari target investasi yang ditetapkan untuk tahun 2026, yaitu sebesar Rp2.041,3 triliun.

Menteri Investasi sangat optimistis bahwa tren positif ini akan terus berlanjut. Ia memandang hilirisasi sebagai pengungkit utama pertumbuhan ekonomi nasional di masa mendatang.

Rosan menilai bahwa kontribusi investasi terhadap perekonomian, yang selama ini berada di kisaran 28-29 persen, berpotensi untuk meningkat lebih jauh.

“Alhamdulillah ini tercapai. Kalau kita lihat kontribusi investasi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia biasanya mencapai 28-29 persen, tapi kami melihat ini bisa makin meningkat ke depannya,” tambahnya.

Menurut Rosan, penguatan sektor hilirisasi tidak hanya berdampak pada peningkatan nilai tambah komoditas. Namun, juga secara signifikan memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang terus berubah.

Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong optimalisasi investasi di sektor hilirisasi. Langkah ini merupakan bagian integral dari strategi pembangunan ekonomi jangka panjang negara.

Baca juga di sini: Update Kecelakaan Kereta Api Bekasi: 5 Meninggal, 3 Terjepit

Ke depan, target pemerintah adalah agar hilirisasi tidak hanya berhenti pada tahap pengolahan awal. Melainkan juga merambah ke sektor manufaktur yang mampu menghasilkan produk dengan nilai tambah tinggi dan daya saing global.