Prabowo Dorong Ekonomi Pancasila untuk Pemerataan Kesejahteraan

oleh -9 Dilihat
Prabowo Dorong Ekonomi Pancasila untuk Pemerataan Kesejahteraan

KabarDermayu.com – Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya transformasi ekonomi nasional agar sepenuhnya berlandaskan Pancasila demi terciptanya pemerataan kesejahteraan di seluruh lapisan masyarakat.

Dalam pidato peringatan Hari Lahir Pancasila di Jakarta pada Senin, 1 Juni 2026, Prabowo mengamati bahwa pertumbuhan ekonomi yang selama ini dicapai belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan sebuah transformasi ekonomi yang mendasar.

“Transformasi dari ekonomi yang belum sepenuhnya berdasarkan Pancasila, menuju ekonomi yang sungguh-sungguh berdasarkan Pancasila,” ujar Prabowo.

Prabowo kemudian menjelaskan esensi dari ekonomi yang berdasarkan Pancasila. Hal ini mencakup tiga aspek utama: ekonomi yang religius, ekonomi yang menjunjung tinggi kemanusiaan, dan ekonomi yang memperkuat persatuan nasional.

Ia memberikan analogi bahwa kekayaan alam Indonesia merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Kekayaan ini harus dikelola dengan penuh tanggung jawab demi kemakmuran bangsa, tidak hanya untuk generasi saat ini tetapi juga untuk generasi mendatang.

Oleh sebab itu, pembangunan ekonomi Indonesia tidak boleh hanya sekadar menghasilkan angka statistik yang mengesankan, melainkan harus berwujud nyata dalam peningkatan kualitas hidup seluruh rakyat.

Baca juga: Leo/Daniel Tembus Final Thailand Open 2026 Setelah Tekuk Wakil China

Contoh konkret dari implementasi ekonomi berdasarkan Pancasila ini, menurut Prabowo, dapat dilihat dari berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Ini termasuk pemberian gizi yang memadai bagi kelompok rentan, penyediaan pupuk bagi petani, pembukaan akses pasar yang lebih baik bagi nelayan, serta perlindungan yang memadai bagi para pekerja.

Prabowo menegaskan bahwa ekonomi Indonesia harus selalu berpihak pada kepentingan nasional dan kepentingan rakyat. Prioritasnya adalah untuk menguntungkan seluruh masyarakat, bukan hanya segelintir kelompok saja.

“Ekonomi Pancasila adalah ekonomi yang egaliter, ekonomi yang kerakyatan. Ekonomi kita berdasarkan rancang bangun cetak biru yang dibuat oleh pendiri-pendiri bangsa kita,” tegas Prabowo.

Secara khusus, Prabowo merujuk pada Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Pasal ini menyatakan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas dasar kekeluargaan, dengan negara memegang peranan dalam mengelola kekayaan alam dan cabang produksi yang vital bagi kepentingan masyarakat luas.

Lebih lanjut, ekonomi Indonesia harus berlandaskan pada prinsip keadilan sosial. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pemerataan ekonomi dan kemajuan pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.

“Kita tidak hanya mau bicara pembangunan, kita sekarang punya cita-cita yang lebih berani. Kita sedang dan akan menjalankan terus strategi transformasi bangsa. Strategi kita sejatinya adalah transformasi menjadi haluan yang sejalan dengan Pancasila,” pungkasnya, seperti dilaporkan oleh Ant.