KabarDermayu.com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memaparkan strategi pemerintah Presiden Prabowo untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8 hingga 6,5 persen pada tahun 2027.
Paparannya disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR ke-21 di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. Menurut Purbaya, strategi pertama berfokus pada harmonisasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan.
Tujuannya adalah agar ketiga kebijakan tersebut dapat berjalan selaras dan saling memperkuat. Dengan demikian, laju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi diharapkan dapat menjadi pondasi yang kokoh untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Strategi kedua adalah mengakselerasi investasi yang memiliki nilai tambah tinggi dan berorientasi ekspor. Selain itu, peran Danantara akan didorong untuk mempercepat investasi produktif di sektor-sektor strategis.
Purbaya menambahkan bahwa strategi ini mencakup investasi jangka panjang untuk memanfaatkan aset negara. Hal ini akan dilakukan dengan meningkatkan partisipasi investor global.
Fokus investasi tersebut adalah pada sektor-sektor strategis. Tujuannya adalah untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global serta menyerap tenaga kerja terampil dengan tingkat upah yang lebih baik.
Selanjutnya, strategi ketiga berfokus pada peningkatan daya beli masyarakat. Ini akan dicapai melalui efektivitas program perlindungan sosial, menjaga stabilitas harga, dan pengendalian inflasi.
Upaya perluasan kesempatan kerja juga akan dilakukan untuk menopang konsumsi rumah tangga. Hal ini sejalan dengan tujuan meningkatkan daya beli masyarakat.
Strategi keempat menekankan pada efektivitas pelaksanaan program-program unggulan yang berkualitas. Program-program ini diharapkan mampu memberikan efek pengganda yang signifikan bagi perekonomian.
Contoh program unggulan yang disebutkan antara lain Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, dan Sekolah Rakyat.
Purbaya berharap berbagai kebijakan tersebut dapat mempercepat perputaran aktivitas ekonomi. Sektor riil diharapkan dapat bergerak lebih kuat, yang pada akhirnya akan mendorong peningkatan konsumsi dan menggairahkan investasi.
Target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8-6,5 persen pada tahun 2027 ini merupakan langkah transisi. Tujuannya adalah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada tahun 2029.





