KabarDermayu.com – Bank Saqu menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peran perempuan dalam membangun usaha di sektor kreatif. Hal ini disampaikan dalam sebuah forum diskusi yang diselenggarakan bertepatan dengan momentum Hari Kartini, yang bertajuk “Built by Her: Turning Passion Into Power in The Creative Industry”.
Willy Apriando, Head of Corporate Communication & Marketing Bank Saqu, menekankan pentingnya peran perempuan dalam mendorong kemandirian ekonomi. Beliau menyatakan bahwa Bank Saqu mengamati bahwa perempuan tidak hanya hadir sebagai bagian dari industri kreatif, tetapi juga menjalani perjalanan finansial yang dinamis. Perjalanan ini mencakup merintis, mengelola, hingga mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“Bank Saqu mencermati bahwa perempuan kini tidak hanya hadir sebagai bagian dari industri kreatif, tetapi juga menjalani perjalanan finansial yang dinamis mulai dari merintis, mengelola, hingga mengembangkan usaha secara berkelanjutan,” ujar Willy dalam keterangannya pada Senin, 27 April 2026.
Baca juga di sini: Investasi Hilirisasi Capai Rp147,5 Triliun, Berkontribusi Hampir 30 Persen
Lebih lanjut, Willy menjelaskan bahwa agar sebuah usaha dapat berkembang secara berkelanjutan, pemahaman keuangan yang baik sangatlah krusial. Pemahaman ini meliputi pengelolaan arus kas hingga pengambilan keputusan finansial yang tepat.
“Seiring berkembangnya industri kreatif, kami percaya kombinasi antara kreativitas dan pengelolaan keuangan yang tepat akan menjadi pondasi utama bagi lahirnya lebih banyak usaha yang berkelanjutan di Indonesia,” imbuhnya.
Willy menambahkan, profil nasabah Bank Saqu menunjukkan bahwa sekitar 40 persen di antaranya adalah solopreneur. Fakta ini mendorong Bank Saqu untuk menghadirkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada layanan perbankan, tetapi juga pada penguatan edukasi dan ekosistem usaha.
Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah melalui Solopreneur Academy. Program ini dirancang untuk memberikan pembelajaran dan jejaring bagi para pelaku usaha agar dapat mengembangkan bisnis mereka secara lebih terarah.
“Salah satunya melalui Solopreneur Academy, program yang memberikan pembelajaran dan jejaring bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis secara lebih terarah,” jelasnya.
Liya Tsabitah, pemenang Bank Saqu Solopreneur Academy 2025, turut berbagi pengalamannya. Sebagai seorang perempuan yang membangun usahanya dari passion, ia menyadari bahwa kreativitas saja tidaklah cukup. Proses memahami keuangan, mengelola arus kas, serta mengambil keputusan yang tepat menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan bisnisnya.
Dalam perjalanannya, Liya mengakui bahwa dukungan dari Bank Saqu sangat relevan. Dukungan tersebut membantunya sebagai solopreneur untuk tumbuh dengan pondasi yang lebih kuat.
“Dengan memisahkan keuangan pribadi dan bisnis melalui Saku Nabung dan Saku Transaksi, pengelolaan keuangan menjadi lebih teratur, sehingga bisnis pun dapat berkembang dengan lebih optimal,” ungkap Liya.





