Bos Green SM, Orang Terkaya di Vietnam dengan Kekayaan Rp610 Triliun

by -4 Views
Bos Green SM, Orang Terkaya di Vietnam dengan Kekayaan Rp610 Triliun

KabarDermayu.com – Di tengah sorotan publik terhadap insiden kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek yang terjadi pada Senin malam, 27 April 2026, perhatian juga tertuju pada sosok pemilik ‘taksi hijau’ yang disebut-sebut terlibat dalam peristiwa tersebut.

Sosok pemilik Green SM ini ternyata bukanlah orang sembarangan. Ia adalah Pham Nhat Vuong, seorang tokoh bisnis terkemuka asal Vietnam yang dikenal sebagai orang terkaya nomor satu di negaranya.

Perhatian publik semakin meningkat ketika kekayaan Pham Nhat Vuong dilaporkan menembus angka fantastis, mencapai sekitar Rp610 triliun.

Green SM, yang menjadi perhatian karena keterkaitannya dengan insiden tersebut, merupakan bagian dari Green and Smart Mobility (GSM). Perusahaan ini didirikan oleh Pham Nhat Vuong, yang juga merupakan pimpinan Vingroup.

Vingroup sendiri adalah sebuah grup usaha raksasa di Vietnam dengan portofolio bisnis yang sangat luas, mencakup sektor properti, pendidikan, kesehatan, teknologi, hingga otomotif.

Melalui merek kendaraan listrik VinFast, Vingroup telah menunjukkan ambisinya di industri otomotif global.

Menurut data dari Forbes Realtime Billiioners, Pham Nhat Vuong menduduki peringkat teratas sebagai orang terkaya di Vietnam. Total kekayaannya mencapai US$35,4 miliar, yang setara dengan sekitar Rp610,4 triliun berdasarkan estimasi kurs Rp17.250 per dolar AS.

Baca juga di sini: Fenomena Baru Pencari Kerja di Era AI: Mengenal Doomjobbing

Menariknya, harta kekayaan taipan Vietnam ini dilaporkan mengalami kenaikan signifikan, yaitu sebesar US$1,2 miliar dalam kurun waktu yang relatif singkat.

Lonjakan kekayaan ini sebagian besar didorong oleh ekspansi agresif bisnis Vingroup, khususnya di sektor kendaraan listrik melalui VinFast.

VinFast telah berhasil memantapkan posisinya sebagai produsen mobil listrik terbesar di Vietnam berdasarkan pangsa pasar.

Perusahaan ini juga terus melebarkan sayapnya secara global, dengan rencana pembangunan pabrik di India dan Indonesia.

Penting untuk dicatat bahwa pundi-pundi kekayaan Pham Nhat Vuong bukanlah hasil warisan. Ia memulai perjalanan bisnisnya dari nol.

Kisah suksesnya dimulai dengan membuka sebuah restoran kecil dan melayani pelanggan secara langsung.

Bisnis mi instan yang ia rintis di Ukraina pada era 1990-an terbukti sangat sukses di pasar.

Setelah kesuksesan tersebut, Vuong memutuskan untuk kembali ke Vietnam dan membangun Vingroup menjadi salah satu konglomerasi terbesar di negaranya.

Di bawah naungan Vingroup, berbagai lini bisnis berkembang pesat. Sektor properti, melalui Vinhomes, dan sektor perhotelan, melalui Vinpearl, menjadi bukti ekspansi Vingroup.

Pada tahun 2023, VinFast semakin memperkuat posisinya di industri kendaraan listrik global dengan resmi melantai di bursa Nasdaq melalui skema SPAC (Special Purpose Acquisition Company).

Selain itu, Vuong juga aktif mengembangkan ekosistem kendaraan listrik dengan membentuk entitas pengisian daya bernama V-Green.

Ia menginvestasikan lebih dari US$400 juta untuk memperluas jaringan stasiun pengisian daya di seluruh Vietnam.

Di kancah Asia Tenggara, Pham Nhat Vuong tetap berada di jajaran elite para miliarder.

Ia bersaing dengan nama-nama besar, termasuk para konglomerat dari Indonesia seperti Prajogo Pangestu dan Low Tuck Kwong, serta R. Budi Hartono dan Michael.

Nama-nama besar lainnya dari kawasan ini termasuk Robert Kuok dari Malaysia dan Enrique Razon Jr. dari Filipina.