KabarDermayu.com – Peta kekayaan global pada tahun 2026 diprediksi masih akan didominasi oleh negara-negara maju, meskipun sejumlah negara berkembang mulai menunjukkan percepatan pertumbuhan ekonomi.
Laporan WorldAtlas 2026 mengindikasikan bahwa individu dengan kekayaan tinggi atau high-net-worth individuals (HNWI) masih banyak terkonsentrasi di negara-negara maju. Faktor-faktor seperti sistem keuangan yang mapan, pasar modal yang besar, dan sektor swasta yang kuat menjadi penopang utama tingginya populasi miliarder dan jutawan di negara-negara tersebut.
Meskipun demikian, beberapa negara berkembang mulai menunjukkan tren pertumbuhan yang lebih pesat dari perkiraan. Namun, laju pertumbuhan tersebut belum mampu menyaingi dominasi negara-negara maju dalam hal jumlah individu kaya.
Mengacu pada laporan Times of India, berikut adalah daftar enam negara dengan populasi orang kaya terbanyak di dunia. Pertanyaan pentingnya, apakah Indonesia termasuk di dalamnya?
1. Amerika Serikat
Amerika Serikat menduduki peringkat teratas secara global. Negara ini memiliki lebih dari 18 juta warga yang dikategorikan sebagai individu dengan kekayaan di atas rata-rata. Jarak dengan negara-negara lain dalam daftar ini sangat signifikan dan konsisten di berbagai indikator.
Kekuatan pasar modal, inovasi yang terus berkembang di sektor swasta, serta ekosistem investasi yang matang menjadi pilar utama yang menopang dominasi Amerika Serikat dalam hal kekayaan individu.
2. China
China menempati posisi kedua dengan lebih dari 5,5 juta orang kaya. Meskipun selisihnya cukup jauh dari Amerika Serikat, China tetap unggul dibandingkan negara-negara lainnya dalam daftar ini.
Struktur kekayaan di China cenderung lebih terkonsentrasi. Pertumbuhan kekayaan di negara ini banyak didorong oleh industrialisasi yang masif dan ekspansi perusahaan-perusahaan berskala besar.
3. Prancis, Jepang, dan Inggris
Ketiga negara ini memiliki jumlah orang kaya yang relatif berdekatan, berada di kisaran 2,3 juta hingga 2,6 juta individu. Prancis tercatat memiliki angka sedikit lebih tinggi, diikuti oleh Jepang, dan kemudian Inggris.
Ciri utama ketiga negara ini adalah stabilitas ekonomi dan distribusi kekayaan yang cenderung merata, tanpa adanya lonjakan ekstrem pada sektor-sektor tertentu.
4. Jerman
Jerman mencatat jumlah individu kaya yang mendekati angka Inggris, yaitu sebanyak 2,39 juta penduduknya dikategorikan sebagai orang kaya. Struktur ekonomi Jerman ditopang kuat oleh sektor industri dan ekspor.
Penciptaan kekayaan di Jerman tampaknya lebih banyak didukung oleh sektor-sektor tertentu, bukan oleh sektor yang sangat luas. Data ini menunjukkan kekuatan ekonomi yang terfokus pada bidang-bidang unggulan.
5. Kanada dan Australia
Kanada dan Australia menampilkan distribusi kekayaan yang stabil dan seimbang. Kanada sedikit unggul dengan 1,86 juta penduduk kaya, sementara Australia memiliki 1,69 juta orang kaya.
Tidak terlihat adanya lonjakan atau penurunan tajam dalam indikator kekayaan di kedua negara ini. Hal ini mengindikasikan sistem keuangan yang stabil serta proses penciptaan kekayaan yang konsisten dan berkelanjutan.
6. Italia
Italia melengkapi daftar enam negara dengan populasi orang kaya terbanyak di dunia, dengan lebih dari 1,2 juta individu berkekayaan tinggi. Distribusi kekayaan di Italia cenderung relatif merata, tanpa adanya fluktuasi yang signifikan.
Kondisi ini mencerminkan stabilitas ekonomi Italia dengan tingkat pertumbuhan yang moderat.
Baca juga di sini: Kerugian Reality Labs Mark Zuckerberg Capai Rp69 Triliun di Kuartal I-2026
Berdasarkan data tersebut, Indonesia tidak masuk dalam daftar enam negara dengan populasi orang kaya terbanyak di dunia per tahun 2026.





