Perkuat Infrastruktur Listrik Lintas ASEAN dalam Forum BIMP-EAGA

oleh -6 Dilihat
Perkuat Infrastruktur Listrik Lintas ASEAN dalam Forum BIMP-EAGA

KabarDermayu.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mendorong penguatan pembangunan infrastruktur listrik lintas negara ASEAN dalam forum Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) Leader’s Summit yang diselenggarakan di Filipina.

Bahlil menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan inisiatif kerja sama ekonomi subregional yang telah dibentuk sejak tahun 1994. Tujuannya adalah untuk mendorong pembangunan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) bagi keempat negara anggota.

Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur energi di kawasan tersebut harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Prioritas utama adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah 3T.

Bahlil menekankan bahwa kerja sama subregional tidak hanya berfokus pada konektivitas antarnegara. Lebih dari itu, kerja sama ini harus mampu menghadirkan akses listrik yang merata, andal, dan terjangkau hingga ke daerah paling terpencil.

Oleh karena itu, Bahlil berpandangan bahwa forum BIMP-EAGA ini harus menjadi momentum penting bagi Indonesia. Momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi pembangunan kelistrikan lintas kawasan. Fokus utamanya meliputi proyek interkoneksi energi, elektrifikasi pedesaan, hingga pengembangan energi baru terbarukan.

Upaya tersebut dinilai sangat penting. Tujuannya agar masyarakat di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terpencil memperoleh akses energi yang lebih baik. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi lokal dapat terdorong.

Baca juga: Satgas PRR Salurkan Rp1,9 Triliun untuk Ruang Kelas Nyaman di Wilayah Bencana Sumatera

“Sinergi ini akan memperkuat kolaborasi sehingga masyarakat di daerah remote area mampu mengakses energi dengan harga yang terjangkau untuk kesejahteraan yang lebih baik,” ujar Bahlil.

Melalui partisipasi aktif ini, Kementerian ESDM optimis bahwa pondasi kerja sama antara keempat negara akan semakin kokoh. Sinergi dalam membangun infrastruktur energi diharapkan dapat terwujud.

Dengan penguatan kerja sama ini, diharapkan tidak hanya dapat mengamankan rantai pasok energi masing-masing negara. Lebih jauh lagi, kerja sama ini diharapkan dapat mengakselerasi Asia Tenggara sebagai poros pertumbuhan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.

Presiden Prabowo Subianto, yang turut hadir dalam KTT tersebut, dalam pidatonya menegaskan bahwa BIMP-EAGA harus terus berkembang. Tujuannya agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat di kawasan secara lebih nyata. Menurutnya, kerja sama subkawasan ini harus menjadi lebih adaptif, berdampak, dan responsif terhadap dinamika global yang terus berubah.

“Dengan semangat itu, BIMP-EAGA harus terus berkembang. BIMP-EAGA harus lebih adaptif, lebih berdampak, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat kita,” ujar Presiden Prabowo.