Dua Warga Singapura Tewas di Gunung Dukono: Ditemukan Berpelukan Terjepit Batu

oleh -5 Dilihat
Dua Warga Singapura Tewas di Gunung Dukono: Ditemukan Berpelukan Terjepit Batu

KabarDermayu.com – Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua Warga Negara Asing (WNA) pendaki Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, dalam kondisi meninggal dunia. Keduanya dilaporkan hilang akibat erupsi gunung tersebut.

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, menyatakan bahwa kedua korban ditemukan pada pukul 13.00 WIT di koordinat 1°42’9.90″N / 127°52’48.50″E. Lokasi penemuan ini berjarak sekitar 13 meter arah utara dari titik terakhir sinyal darurat tertangkap oleh Basarnas Command Center.

Iwan menjelaskan bahwa kedua jenazah ditemukan dalam satu titik yang sama. Kondisi tubuh mereka sudah tidak utuh karena tertimpa batu besar saat erupsi terjadi.

“Korban ditemukan dalam posisi saling berpelukan dan terhimpit batu besar,” ujar Iwan.

Dua korban meninggal dunia tersebut diketahui bernama Heng dan Sha, keduanya merupakan warga negara Singapura. Sementara itu, satu korban lainnya yang sebelumnya juga dilaporkan terdampak erupsi adalah Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Angel.

Setelah ditemukan, tim SAR gabungan segera melakukan proses evakuasi. Jenazah dibawa menggunakan kantong jenazah dari bibir Gunung Dukono menuju posko induk di Desa Mamuya. Proses evakuasi ini berlangsung dalam kondisi cuaca hujan dan medan yang berisiko tinggi.

Kantong jenazah tiba di posko induk Desa Mamuya pada pukul 17.43 WIT. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Tobelo untuk keperluan autopsi.

Iwan mengapresiasi seluruh unsur gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi. Ia mengakui bahwa mereka tetap bekerja maksimal meskipun menghadapi cuaca buruk dan ancaman aktivitas vulkanik.

“Walaupun kondisi cuaca hujan dan sangat berisiko di lapangan, tim SAR gabungan tetap bekerja tanpa mengenal lelah sehingga korban dapat ditemukan dan dievakuasi,” katanya.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR secara resmi ditutup. Seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

Iwan juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Utara, Pangdam XV/Pattimura, Danrem 152/Babullah, Polres Halmahera Utara, BPBD Halmahera Utara, serta seluruh instansi dan relawan. Dukungan penuh mereka sangat berarti selama operasi berlangsung.

Sebelumnya, pada 8 Mei 2026, Kantor SAR Ternate menerima informasi dari Basarnas Command Center (BCC). Informasi tersebut berisi adanya sinyal darurat atau SOS dari perangkat Garmin yang terdeteksi di koordinat 1°42’13.7″N 127°52’50.2″E, di kawasan Gunung Dukono.

Baca juga: Penyelamat Indonesia di China: Satu-satunya Peraih Medali World Climbing Series

Laporan tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Kepala Desa Mamuya. Ia menyebutkan bahwa memang ada sejumlah pendaki yang mengalami luka-luka akibat terdampak erupsi Gunung Dukono. Oleh karena itu, pemerintah desa segera meminta bantuan SAR untuk melakukan evakuasi.