Bekas Cekikan Ditemukan di Leher Kepala Cabang Bank yang Tewas Dibunuh 3 Anggota TNI

oleh -5 Dilihat
Bekas Cekikan Ditemukan di Leher Kepala Cabang Bank yang Tewas Dibunuh 3 Anggota TNI

KabarDermayu.com – Ahli Forensik dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Astri Megaratri Pralepda, mengungkapkan adanya temuan luka pada leher seorang kepala cabang (kacab) bank di Jakarta berinisial MIP (37) yang dinilai cocok dengan tindakan pencekikan.

Luka tersebut ditemukan saat pemeriksaan luar dan diperkuat melalui hasil otopsi. Menurut Astri, terdapat luka lecet berbentuk garis melengkung menyerupai bekas kuku di area leher korban.

Temuan ini mengindikasikan bahwa korban kemungkinan besar dicekik. Tekanan pada leher korban diduga menyebabkan terhambatnya pembuluh darah besar yang mengalirkan oksigen ke otak.

Kondisi ini berujung pada hipoksia atau kekurangan oksigen, yang menyebabkan korban mati lemas. Selain luka luar, hasil bedah jenazah juga menunjukkan adanya resapan darah yang luas pada otot-otot leher bagian dalam.

“Resapan darah di lehernya sangat dahsyat,” ujar Astri dalam sidang pemeriksaan saksi tambahan kasus dugaan penculikan dan pembunuhan MIP di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Cakung, Jakarta Timur, Senin.

Baca juga: Optimalkan Kesehatan Pekerja, Weda Bay Medical Center Tingkatkan Pencegahan DBD

Meskipun demikian, Astri tidak dapat memastikan alat spesifik yang digunakan untuk menekan leher korban. Ia menjelaskan bahwa pola luka tertentu dapat disebabkan oleh berbagai benda atau cara.

Namun, pola luka yang ditemukan lebih mengarah pada tindakan pencekikan menggunakan tangan. Selain luka di leher, korban juga mengalami luka di wajah dan pipi.

Astri menemukan jejak garis pada pipi kanan korban yang diduga menyerupai bekas lakban. Jika garis tersebut diteruskan, posisinya dapat menutup area mulut dan hidung korban.

“Apabila itu dilakukan bersamaan dengan proses penekanan di leher maka akan mempercepat kematian,” jelas Astri.

Dalam sidang tersebut, Astri juga menerangkan bahwa korban mengalami banyak luka akibat kekerasan tumpul di bagian kepala dan dada. Pada bagian dada ditemukan patah tulang iga serta memar pada paru-paru, yang semakin memperburuk kondisi korban.

Meskipun luka di dada dan kepala dinilai mempercepat kematian, Astri menegaskan bahwa penyebab dominan kematian tetap berasal dari kekerasan pada leher.

“Karena di leher itu jalan oksigen menuju otak,” ucap Astri.

Keterangan ahli forensik ini menjadi salah satu bagian penting dalam persidangan untuk mengungkap mekanisme kematian MIP.

Adapun para terdakwa dalam kasus ini adalah tiga anggota TNI, yaitu Serka MN (terdakwa 1), Kopda FH (terdakwa 2), dan Serka FY (terdakwa 3). Mereka didakwa terlibat dalam rangkaian penculikan yang disertai pembunuhan terhadap MIP.

Sebelumnya, seorang kepala kantor cabang (kacab) Pembantu sebuah bank di Jakarta berinisial MIP diduga menjadi korban penculikan dan pembunuhan di salah satu pusat perbelanjaan di Ciracas, Jakarta Timur, pada 20 Agustus 2025.

Jenazah korban ditemukan di Kampung Karangsambung, RT 8/RW 4, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sekitar pukul 05.30 WIB, pada 21 Agustus 2025.

Seorang warga di area persawahan tersebut pertama kali menemukan jenazah dalam kondisi tangan dan kaki terikat. Matanya juga terlilit lakban. Jenazah langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses otopsi sebagai bagian dari penyelidikan.