Penyekapan 3 Anak di Bandung: Pelaku Lawan Polisi dengan Anjing dan Bensin

oleh -7 Dilihat
Penyekapan 3 Anak di Bandung: Pelaku Lawan Polisi dengan Anjing dan Bensin

KabarDermayu.com – Sebuah aksi penyekapan terhadap tiga anak di bawah umur di sebuah rumah di Jalan Lembah Nendeut, Kota Bandung, berhasil digagalkan oleh pihak kepolisian. Peristiwa mencekam ini terjadi pada Selasa, 12 Mei 2026, sekitar pukul 00.30 WIB dini hari.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan warga yang merasa curiga terhadap aktivitas di lokasi kejadian. Kecurigaan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh petugas kepolisian. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bagian Operasi Polrestabes Bandung, Ajun Komisaris Besar Polisi Asep Saepudin.

“Para korban berhasil kita selamatkan dengan kondisi sehat, tidak ada luka apapun,” ujar Ajun Komisaris Besar Polisi Asep Saepudin pada Selasa, 12 Mei 2026.

Baca juga: Dampak Krisis Pupuk, Jutaan Orang Terancam Kelaparan

Menurut keterangan, pelaku penyekapan diduga merupakan ayah kandung dari ketiga anak tersebut. Diduga kuat, aksi ini dilatarbelakangi oleh perselisihan antara pelaku dengan ibu para korban.

Situasi saat proses evakuasi berlangsung dilaporkan cukup menegangkan. Petugas kepolisian menghadapi perlawanan dari pelaku yang diduga menyiramkan bensin di sekitar rumah tempat para korban disekap.

“Diduga pelaku berniat membakar rumah dan para korban yang disekapnya,” ungkap Asep Saepudin, mengindikasikan niat mengerikan pelaku.

Tidak hanya itu, pelaku juga diduga menggunakan seekor anjing untuk menghalangi upaya petugas yang mencoba masuk ke dalam rumah. Anjing tersebut dilepaskan untuk mencegah petugas mendekati lokasi penyekapan dan mengevakuasi para korban.

Meskipun dihadapkan pada berbagai rintangan dan perlawanan, petugas kepolisian tetap berupaya keras. Akhirnya, mereka berhasil masuk ke dalam rumah dan menyelamatkan ketiga anak tersebut. Ketiga korban masing-masing berusia tujuh tahun, lima tahun, dan tiga tahun.

“Pelaku sendiri berhasil melarikan diri saat petugas masuk ke dalam rumah untuk mengevakuasi korban,” tutur Asep Saepudin lebih lanjut.

Saat ini, pihak kepolisian masih terus berupaya melakukan pengejaran terhadap pelaku yang berhasil melarikan diri. Selain itu, petugas juga tengah mendalami motif di balik aksi penyekapan yang mengerikan ini untuk mengungkap semua detail kasusnya.