KabarDermayu.com – Staf Ahli Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat, Yane Ardian Bima Arya, memberikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dalam upaya penanganan anak zero dose. Program ini menyasar anak-anak yang belum pernah menerima imunisasi dasar lengkap.
Menurut Yane Ardian, kesehatan anak merupakan pilar fundamental bagi masa depan bangsa. Imunisasi sendiri dinilai sebagai salah satu intervensi kesehatan paling efektif guna melindungi anak dari berbagai ancaman penyakit.
“Pemerintah sangat memberikan perhatian besar pada isu ini. Targetnya adalah percepatan penurunan jumlah anak zero dose, sehingga tidak ada anak yang terlewatkan dari hak dasarnya atas kesehatan,” ujar Yane Ardian saat kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Imunisasi Zero Dose di Kantor Bupati Lampung Selatan, Selasa (12/5/2026).
Yane Ardian memaparkan, berdasarkan data per 11 Mei 2026, Kabupaten Lampung Selatan telah berhasil menjangkau 4.384 anak dari target 4.967 anak dalam program zero dose. Angka ini setara dengan 88,2 persen. Namun, berdasarkan pemutakhiran data terbaru, capaian tersebut dilaporkan telah meningkat mencapai 92 persen.
“Saya berterima kasih atas kerja sama, kerja keras, dan kerja cepat yang telah ditunjukkan. Dalam kurun waktu satu setengah bulan atau lima minggu, Lampung Selatan mampu mencapai angka 92 persen. Semoga upaya ini dapat terus berlanjut,” tambahnya.
Baca juga: Inovasi ITS Dorong Indonesia Kuasai Mobilitas Udara Perkotaan Regional
Ia berharap program zero dose di Lampung Selatan dapat menjadi katalisator peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan kualitas layanan dasar bagi masyarakat secara berkelanjutan. Oleh karena itu, Lampung Selatan didorong untuk menjadi contoh dalam pelaksanaan penanganan zero dose di tingkat nasional.
Lebih lanjut, Yane Ardian menekankan pentingnya pemerintah daerah (Pemda) untuk memastikan edukasi mengenai signifikansi imunisasi dapat menjangkau seluruh keluarga yang membutuhkan. Ia juga meminta agar Pemda dapat mengidentifikasi berbagai kendala yang menyebabkan sebagian keluarga masih ragu atau menunda pemberian imunisasi kepada anak.
“Hasil monitoring ini nantinya akan menjadi bahan masukan berharga bagi Kementerian Kesehatan serta para pemangku kepentingan terkait,” jelasnya. Yane Ardian meyakini, dengan kolaborasi dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat, capaian imunisasi akan terus meningkat.
“Kita harus memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal. Karena satu anak yang terlindungi, berarti satu masa depan anak terselamatkan,” tandasnya.
Kegiatan monitoring pelaksanaan imunisasi zero dose ini turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan Reni Apriyani, Staf Ahli Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Pusat Marlina La Ode Ahmad, Ketua Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Pusat Safriati Safrizal, serta jajaran pengurus TP PKK Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan. (LAN)





