KabarDermayu.com – PT Midi Utama Indonesia (Alfamidi) berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan neto yang signifikan pada kuartal pertama tahun 2026. Perusahaan ritel ini membukukan pendapatan sebesar Rp 5,88 triliun, menunjukkan peningkatan sebesar 5,43 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat Rp 5,57 triliun.
Informasi ini disampaikan langsung oleh Finance Director PT Midi Utama Indonesia, Suantopo, usai gelaran Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung di Alfa Tower, Tangerang, Banten.
“Laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga mengalami lonjakan. Angkanya mencapai Rp 265 miliar, melesat 43,5 persen dari Rp 190 miliar pada kuartal pertama 2025,” ungkap Suantopo pada Kamis, 4 Juni 2026.
Menurut Suantopo, pertumbuhan positif ini didorong oleh strategi ekspansi jaringan gerai yang terus dilakukan secara berkelanjutan oleh Alfamidi. Hingga akhir Maret 2026, perusahaan telah mengoperasikan total 2.627 gerai yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.
Jumlah tersebut merupakan penambahan 40 gerai dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2025. Rincian gerai tersebut terdiri dari 2.541 gerai Alfamidi, 82 gerai Alfamidi Super, dan 4 gerai Midi Fresh.
“Untuk target tahun 2026, kami berencana untuk menambah sekitar 200 gerai baru. Nilai investasi yang disiapkan untuk ekspansi ini diperkirakan mencapai Rp 1,5 triliun,” jelasnya.
Suantopo meyakini bahwa prospek industri ritel di Indonesia pada tahun 2026 masih sangat menjanjikan. Pertumbuhan ini diperkirakan akan semakin didukung oleh kematangan digitalisasi, penetrasi ritel modern yang semakin meluas ke wilayah baru, serta peningkatan permintaan produk kebutuhan sehari-hari.
“Pengalaman dari masa pandemi mengajarkan kami untuk tetap optimis terhadap pertumbuhan pendapatan dan peningkatan bisnis. Kami terus menyiapkan berbagai strategi agar konsumen lebih mudah mendapatkan barang yang mereka inginkan,” tegas Suantopo.
Sementara itu, untuk capaian sepanjang tahun 2025, Alfamidi mencatatkan pertumbuhan usaha dengan membukukan pendapatan sebesar Rp 20,64 triliun. Angka ini tumbuh 3,79 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 19,89 triliun.
Untuk laba bersih tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk, perusahaan berhasil mencatatkan peningkatan sebesar 45,01 persen, menjadi Rp 792 miliar dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp 546 miliar.
Corporate Legal & Compliance Director PT Midi Utama Indonesia, Afid Hermeily, menambahkan bahwa perusahaan terus berupaya memperkuat ekosistem digitalnya melalui pengembangan platform belanja online.
“Hingga akhir tahun 2025, jumlah member kami telah mencapai 7,02 juta. Kontribusi dari para member ini terhadap total penjualan perusahaan mencapai 49,8 persen,” ujar Afid.
Di sisi lain, Operational Director PT Midi Utama Indonesia, Heru Sarwono, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, perusahaan telah memasarkan lebih dari 800 produk lokal di seluruh jaringan gerainya. Selain itu, Alfamidi juga aktif memberikan pelatihan kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) guna meningkatkan kualitas serta daya saing produk mereka.





