KabarDermayu.com – PT Blue Bird Tbk (Bird) mengumumkan rencana pembagian dividen tunai sebesar Rp166 per lembar saham kepada para investornya. Pengumuman ini sejalan dengan kinerja positif perusahaan yang mencatat pendapatan bersih sebesar Rp5,7 triliun pada tahun 2025.
Komisaris Utama PT Blue Bird, Bayu Djokosoetono, menyatakan bahwa pembagian dividen ini merupakan bentuk apresiasi perusahaan terhadap para pemegang saham. Ia juga menekankan komitmen Blue Bird untuk terus menggenjot akselerasi bisnis di masa mendatang.
“Dewan Komisaris melihat perseroan mampu menjaga kinerja yang sehat sekaligus mempertahankan disiplin dalam menjalankan strategi jangka panjang,” ujar Bayu dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa, 23 Juni 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Bayu saat memimpin Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Menurutnya, konsistensi kinerja perusahaan menjadi fondasi penting bagi Bluebird untuk terus menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemegang saham dan pelanggan.
Bluebird, sebagai perusahaan mobilitas terintegrasi di Indonesia, telah membukukan pertumbuhan yang solid sepanjang tahun 2025. Perusahaan ini berhasil mencatat rekor pendapatan tertinggi sejak pertama kali melakukan penawaran saham perdana (IPO).
Direktur Utama Bluebird, Adrianto Djokosoetono, menambahkan bahwa pencapaian di tahun 2025 adalah bukti nyata konsistensi perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan. Selain itu, perusahaan juga terus mengembangkan solusi mobilitas yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
“Fokus pada inovasi, pemanfaatan teknologi, serta perluasan kapasitas operasional terus menjadi pendorong pertumbuhan Perseroan dan memperkuat fondasi bisnis untuk jangka panjang,” jelas Adrianto.
Ia merinci bahwa pendapatan bersih yang dibukukan sepanjang tahun 2025 mencapai Rp5,7 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan merupakan pendapatan tertinggi sejak IPO.
Lebih lanjut, Adrianto memaparkan bahwa EBITDA perusahaan tercatat sebesar Rp1,4 triliun, juga mengalami pertumbuhan 13 persen. Sementara itu, laba tahun berjalan meningkat sebesar 9 persen, mencapai Rp643 miliar.
Dalam upaya memperkuat kapasitas operasionalnya, Bluebird mengoperasikan lebih dari 26.000 armada. Armada ini didukung oleh 58 pool, lebih dari 1.300 outlet, dan hadir di 22 kota di seluruh Indonesia.
RUPST Bluebird telah menyetujui pembagian dividen sebesar 65,3 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk perseroan untuk tahun buku 2025. Dividen ini akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 30 Juni 2026. Pembayaran dividen dijadwalkan pada 10 Juli 2026.
Pembagian dividen ini mencerminkan komitmen Bluebird dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. Hal ini dilakukan sambil tetap menjaga kebutuhan investasi dan penguatan struktur permodalan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Sisa laba bersih akan dialokasikan sebagai laba ditahan untuk memperkuat modal kerja dan mendukung pengembangan usaha perusahaan.
Sepanjang tahun 2025, Bluebird terus mengimplementasikan strategi transformasi berbasis 3M, yang meliputi multi-product, multi-channel, dan multi-payment. Strategi ini menjadi landasan utama dalam pengembangan ekosistem Mobility as a Service (MaaS).
Pengembangan ekosistem MaaS ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif. Salah satunya adalah pengoperasian armada taksi Bluebird di Solo. Selain itu, perusahaan juga meluncurkan layanan airport shuttle di Kalimantan Timur, serta menjalin kolaborasi penyediaan layanan transportasi publik sektor bus di Jakarta untuk memperluas portofolio layanannya.
Penguatan aplikasi MyBluebird juga menjadi fokus penting. Perusahaan mengembangkan fitur-fitur baru, seperti fitur Fixed Price yang memberikan kepastian tarif bagi pelanggan. Integrasi pembayaran digital dengan OVO dan pengembangan e-voucher untuk pelanggan korporasi juga turut dilakukan.
Bluebird juga terus berinovasi dalam pemanfaatan teknologi guna meningkatkan kualitas layanan dan produktivitas operasional. Penggunaan AI-generated heat map dan optimalisasi dynamic fixed price memungkinkan pengelolaan distribusi armada yang lebih efektif, berdasarkan pola permintaan pelanggan secara real-time.
Adrianto lebih lanjut menyampaikan bahwa Bluebird secara konsisten menjalankan visi keberlanjutan melalui tiga pilar utama. Pilar pertama, BlueSky, berfokus pada perluasan operasional kendaraan listrik. Hal ini diwujudkan melalui peluncuran e-Bluebird di Medan dan Surabaya, serta pengembangan armada e-Goldenbird.
Pilar kedua, BlueLife, mencakup program beasiswa Bluebird Peduli yang telah menjangkau 3.722 penerima manfaat sepanjang tahun 2025. Program ini juga memberangkatkan 50 pengemudi dan karyawan untuk menunaikan ibadah umrah. Pilar ketiga, BlueCorps, menekankan penerapan tata kelola perusahaan yang baik, yang dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang diterima perusahaan atas kinerja, layanan, dan praktik keberlanjutan.
Dalam RUPST tersebut, juga ditetapkan susunan pengurus perseroan untuk masa jabatan hingga ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan tahun 2029. Bayu Priawan Djokosoetono kembali menjabat sebagai Komisaris Utama, Noni Sri Ayati Purnomo sebagai Wakil Komisaris Utama, Sri Adriyani Lestari sebagai Komisaris, dan Kresna Priawan Djokosoetono sebagai Komisaris.
Posisi direksi diisi oleh Adrianto Djokosoetono sebagai Direktur Utama, Sigit Priawan Djokosoetono sebagai Wakil Direktur Utama, dan Irawaty Salim sebagai Direktur.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat layanan inti, mengembangkan segmen non-taksi, meningkatkan kontribusi kanal digital, serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi operasional, dan kualitas layanan,” ujar Adrianto.
Dengan fondasi yang semakin kokoh dan portofolio layanan yang semakin beragam, Bluebird optimis dapat melanjutkan tren pertumbuhan yang sehat, terukur, dan berkelanjutan di masa mendatang.





