KabarDermayu.com – Sektor industri tekstil dan pakaian jadi (TPT) nasional menunjukkan sinyal kebangkitan yang signifikan pada pertengahan tahun 2026. Data terbaru mengungkapkan adanya akselerasi pertumbuhan yang melampaui capaian periode sebelumnya, sekaligus menegaskan peran vital industri ini sebagai salah satu pilar utama penopang ekonomi dan penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.
Berdasarkan catatan resmi, industri tekstil dan pakaian jadi berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,36 persen secara tahunan (year-on-year) pada triwulan II-2026. Angka ini mengalami peningkatan substansial dibandingkan pertumbuhan pada triwulan II-2025 yang berada di level 4,35 persen. Capaian tersebut bahkan tercatat melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,29 persen serta industri pengolahan nonmigas sebesar 5,32 persen.
Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ian Syarif, menyatakan bahwa tren positif ini merupakan indikator kuat bahwa industri TPT nasional telah berhasil melewati masa sulit dan kini berada dalam fase pemulihan yang solid. Menurutnya, ketangguhan industri ini membuktikan bahwa sektor TPT masih memiliki daya saing serta ruang ekspansi yang cukup luas di tengah dinamika ekonomi global.
Investasi dan Dampak Ekonomi
Tidak hanya dari sisi produksi, kepercayaan investor terhadap prospek industri TPT juga menunjukkan tren kenaikan. Sepanjang semester I-2026, total investasi yang mengalir ke sektor ini mencapai Rp11,40 triliun, melonjak 11,85 persen dibandingkan periode serupa di tahun 2025 yang menyentuh angka Rp10,19 triliun. Rincian investasi tersebut mencakup:
- Industri tekstil: meningkat dari Rp6,05 triliun menjadi Rp6,78 triliun.
- Industri pakaian jadi: meningkat dari Rp4,14 triliun menjadi Rp4,62 triliun.
Ian Syarif menekankan bahwa investasi tersebut sangat krusial untuk berbagai kebutuhan strategis, mulai dari penambahan kapasitas produksi, modernisasi mesin-mesin tua, hingga efisiensi energi yang sejalan dengan standar keberlanjutan global. Selain itu, sektor ini memiliki rantai pasok yang sangat luas, mencakup industri serat, pemintalan, pertenunan, perajutan, hingga proses penyempurnaan kain.
Dinamika Ekspor dan Tantangan Impor
Di sisi perdagangan internasional, industri TPT Indonesia masih mampu mencatatkan surplus. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, nilai ekspor tercatat sebesar US$4,85 miliar, naik dari US$4,77 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Namun, di balik keberhasilan tersebut, terdapat tantangan yang perlu diwaspadai, yakni peningkatan nilai impor yang mencapai US$3,58 miliar.
“Surplus US$1,27 miliar membuktikan bahwa industri TPT masih menjadi penghasil devisa yang penting. Akan tetapi, kita tidak boleh mengabaikan fakta bahwa impor tumbuh lebih cepat dan surplus mengalami penyempitan. Karena itu, peningkatan ekspor harus dibarengi penguatan pasar domestik serta pengawasan terhadap impor ilegal,” ujar Ian pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Sektor Padat Karya yang Vital
Lebih dari sekadar angka-angka ekonomi, industri TPT merupakan penyokong utama mata pencaharian bagi jutaan masyarakat Indonesia. Saat ini, tercatat ada sekitar 3,86 juta tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini, dengan rincian 1,01 juta pekerja di industri tekstil dan 2,84 juta pekerja di industri pakaian jadi.
Melihat urgensi tersebut, pihak API berharap pemerintah dapat terus menjaga momentum kolaborasi. Agenda ke depan yang menjadi fokus utama antara lain adalah menjamin ketersediaan bahan baku, menetapkan harga energi yang kompetitif bagi industri, serta penegakan hukum yang lebih tegas terhadap praktik perdagangan tidak sehat dan impor ilegal.
Ian Syarif menutup dengan optimisme bahwa dengan kebijakan yang konsisten, Indonesia memiliki potensi besar untuk tidak hanya menjadi pasar bagi produk tekstil dunia, tetapi juga kembali menjadi pusat produksi dan eksportir TPT yang modern dan efisien. Fokus utama saat ini adalah mengubah angka pertumbuhan tersebut menjadi peningkatan utilisasi pabrik, perluasan pesanan, dan tentunya peningkatan kesejahteraan pekerja secara berkelanjutan.





