KabarDermayu.com – An Se Young kini tak terbantahkan sebagai ratu bulutangkis tunggal putri Korea Selatan. Dominasinya kian kokoh setelah ia berhasil meraih medali emas Olimpiade Paris 2024. Prestasi gemilang ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu atlet paling sukses di eranya, menaklukkan hampir seluruh turnamen bergengsi di dunia.
Saat ini, An Se Young tengah berpartisipasi dalam ajang Indonesia Open 2026 yang berlangsung di Jakarta. Sebagai unggulan teratas, pebulu tangkis peringkat satu dunia ini dijadwalkan menghadapi wakil Turki, Neslihan Arin, di babak 32 besar pada Rabu, 3 Juni 2026. Di usianya yang baru menginjak 24 tahun, An Se Young telah berhasil mengoleksi segudang prestasi internasional yang menempatkannya di jajaran elite bulutangkis dunia.
Perjalanan An Se Young menuju puncak tidaklah instan. Bakatnya sudah terlihat sejak usia dini, saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Kecintaannya pada bulutangkis berawal dari sang ayah yang gemar memainkan olahraga ini sebagai hobi. Ketekunan dalam berlatih sejak kecil membuatnya berkembang pesat dan dikenal sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di Korea Selatan.
Prestasi mulai diraihnya ketika masih berstatus pemain junior. Pada tahun 2017, An Se Young sukses menyumbangkan medali emas beregu campuran di Kejuaraan Junior Asia. Ia juga meraih medali perunggu dalam nomor yang sama di Kejuaraan Dunia Junior BWF, seperti dilansir dari Korea Joongang Daily.
Namanya semakin mencuri perhatian saat mengikuti seleksi tim nasional Korea Selatan di usia 15 tahun. Meskipun menjadi peserta termuda, An Se Young berhasil mengalahkan sejumlah pemain yang lebih senior. Ia mencetak sejarah sebagai siswa sekolah menengah pertama pertama yang berhasil menembus tim nasional senior Korea Selatan.
Sejak bergabung dengan pelatnas, kehidupan An Se Young mengalami perubahan drastis. Jadwal latihan yang sangat padat, mencakup latihan fisik hingga peningkatan teknik, membuatnya harus mengorbankan banyak waktu bersama keluarga dan teman-teman. Namun, pengorbanan ini menjadi fondasi penting bagi kesuksesan yang diraihnya di masa depan.
Langkah awalnya di level senior tidak selalu mulus. Pada Osaka International Challenge 2018, ia belum mampu meraih hasil maksimal. Di Asian Games 2018, perjalanannya juga terhenti lebih awal setelah dikalahkan oleh pemain China, Chen Yufei, yang kemudian menjadi rival utamanya sepanjang karier.
Titik balik mulai terlihat ketika An Se Young menjuarai Irish Open 2018, yang merupakan gelar internasional senior pertamanya. Setelah itu, ia terus menunjukkan perkembangan pesat dengan meraih gelar New Zealand Open 2019, Canada Open, French Open, dan Korea Masters. Rangkaian prestasi ini membuatnya dinobatkan sebagai Most Promising Player of the Year 2019.
Pandemi COVID-19 sempat membatasi aktivitas kompetisi pada tahun 2020. Namun, ketika dunia olahraga kembali bergeliat, An Se Young mampu bangkit dan tampil lebih kuat. Meskipun gagal memenuhi ekspektasi di Olimpiade Tokyo 2021 setelah tersingkir di perempat final, ia menjadikan kegagalan tersebut sebagai motivasi untuk terus berkembang.
Musim 2022 menjadi awal kebangkitannya. An Se Young berhasil menjuarai Korea Open, Malaysia Masters, dan Australian Open. Ia juga meraih medali perunggu di Kejuaraan Asia serta Kejuaraan Dunia.
Puncak performanya terjadi pada tahun 2023. An Se Young mencatat sejarah sebagai pebulu tangkis Korea Selatan pertama yang menjuarai nomor tunggal putri pada Kejuaraan Dunia BWF. Pada tahun yang sama, ia juga menduduki peringkat satu dunia dan sukses meraih medali emas Asian Games Hangzhou setelah mengalahkan Chen Yufei di partai final.
Prestasi tersebut membuatnya disejajarkan dengan legenda Korea Selatan, Bang Soo-hyun. Banyak pihak meyakini An Se Young memiliki peluang besar untuk melampaui pencapaian seniornya tersebut. Dengan usianya yang masih sangat muda, masa depan An Se Young masih terbentang sangat panjang.
Bang Soo-hyun sendiri mengakui kemampuan luar biasa sang penerus setelah keberhasilan An Se Young di Asian Games 2023. Ia mengatakan:
“Saya berharap An bisa melampaui pencapaian saya. Itu akan menjadi hal yang baik bagi perkembangan bulu tangkis,” katanya, dikutip Rabu, 3 Juni 2026.
Kini, setelah sukses merebut emas Olimpiade Paris dan mengukuhkan diri sebagai pemain terbaik dunia, An Se Young tidak hanya menjadi kebanggaan Korea Selatan, tetapi juga simbol generasi baru bulutangkis dunia yang penuh determinasi, konsistensi, dan mental juara. Jika mampu mempertahankan performanya dalam beberapa tahun ke depan, bukan tidak mungkin An Se Young akan dikenang sebagai salah satu pebulu tangkis terbesar sepanjang masa.





