KabarDermayu.com – Para menteri luar negeri dari negara-negara BRICS menyuarakan dorongan kuat untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam organisasi internasional. Salah satu sorotan utama adalah fakta bahwa belum pernah ada perempuan yang menduduki jabatan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Baca juga: Aston Villa ke Liga Champions Setelah Kalahkan Liverpool 4-2
Dalam pernyataan bersama yang dirilis setelah pertemuan puncak di New Delhi, para menteri mencatat bahwa hanya satu perwakilan dari kawasan Amerika Latin dan Karibia yang pernah memegang posisi Sekjen PBB. Pernyataan tersebut, yang dikutip oleh Sputnik pada Sabtu, 16 Mei 2026, menekankan bahwa belum ada perempuan yang terpilih untuk jabatan prestisius tersebut.
Para diplomat senior BRICS juga menyerukan adanya representasi geografis yang lebih adil di dalam Sekretariat PBB serta di berbagai organisasi internasional lainnya. Selain itu, mereka menekankan pentingnya peningkatan peran perempuan, khususnya yang berasal dari negara-negara berkembang, di semua jenjang kepemimpinan.
BRICS sendiri merupakan sebuah kelompok antar pemerintah yang awalnya dibentuk pada tahun 2006. Anggota pendirinya adalah Rusia, China, India, dan Brasil. Kemudian, Afrika Selatan bergabung dengan kelompok ini pada tahun 2011.
Pada awal tahun 2024, BRICS mengalami perluasan signifikan dengan bergabungnya lima negara baru. Negara-negara tersebut adalah Mesir, Etiopia, Iran, Uni Emirat Arab (UEA), dan Arab Saudi. Selanjutnya, Indonesia menjadi anggota ke-11 yang resmi bergabung dengan BRICS pada tahun 2025. Untuk tahun ini, India memegang posisi keketuaan dalam blok BRICS.





