DPR: Modernisasi Perkeretaapian & Sinergi KAI-INKA Dikuatkan

oleh -3 Dilihat
DPR: Modernisasi Perkeretaapian & Sinergi KAI-INKA Dikuatkan

KabarDermayu.com – Anggota Komisi VI DPR RI, Doni Akbar, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Industri Kereta Api (Persero), menekankan pentingnya peningkatan kualitas data, modernisasi sarana, serta penguatan sinergi industri perkeretaapian nasional. Hal ini merupakan bagian dari upaya mendorong kemajuan sektor transportasi kereta api di Indonesia.

Doni Akbar menyatakan bahwa dalam rapat selanjutnya, diperlukan penyampaian data yang lebih lengkap dan komprehensif. Fokus utamanya adalah pada pembangunan jaringan rel dan laporan keuangan. Ia menjelaskan bahwa perkembangan panjang dan kapasitas jaringan rel merupakan salah satu indikator utama untuk mengukur kemajuan sektor perkeretaapian nasional.

Oleh karena itu, menurut Doni, data yang akurat dan transparan menjadi landasan penting. Data tersebut sangat krusial dalam proses pengawasan dan perumusan kebijakan yang lebih efektif. Pernyataan ini disampaikan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Rabu, 6 Juni 2026.

Lebih lanjut, Doni Akbar juga menyoroti strategi perusahaan dalam mengelola sarana perkeretaapian yang telah beroperasi lebih dari 25 tahun. Ia meminta penjelasan mengenai efektivitas program peremajaan armada. Pertanyaan ini juga mencakup masa pakai sarana setelah rehabilitasi.

Selain itu, ia juga meminta pertimbangan antara modernisasi, perbaikan, maupun penggantian sarana secara menyeluruh. Tujuannya adalah untuk menjamin keselamatan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat pengguna transportasi kereta api. Hal ini menjadi perhatian serius demi kenyamanan dan keamanan penumpang.

Dalam aspek adopsi program dan inovasi, khususnya terkait program Battery Electric Multiple Unit (BEMU), Doni Akbar menekankan perlunya parameter yang jelas. Parameter ini penting untuk mengukur efisiensi implementasi berbagai inovasi yang diterapkan. Ia menegaskan bahwa setiap adopsi teknologi baru harus mampu memberikan manfaat nyata.

Manfaat nyata tersebut berupa peningkatan efisiensi operasional, penghematan biaya, serta peningkatan kualitas layanan transportasi publik. Hal ini penting agar investasi teknologi baru benar-benar memberikan dampak positif bagi perusahaan dan masyarakat.

Doni Akbar juga meminta agar laporan keuangan dan kinerja perusahaan disampaikan secara lebih komprehensif. Tujuannya adalah agar DPR dapat memperoleh gambaran yang utuh mengenai kondisi keuangan perusahaan. Selain itu, DPR juga bisa memahami efektivitas investasi dan prospek pengembangan perusahaan ke depan.

“Saya berharap sektor perkeretaapian nasional dapat berkembang lebih modern, aman, efisien, dan mampu menjadi tulang punggung transportasi sekaligus penggerak pertumbuhan industri nasional,” kata Doni. Harapan ini mencerminkan visi besar untuk kemajuan sektor kereta api Indonesia.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, Doni menyatakan dukungannya terhadap berbagai program strategis yang dijalankan oleh KAI dan INKA. Dukungan ini mencakup percepatan penanganan perlintasan sebidang. Upaya ini meliputi penutupan perlintasan liar yang berpotensi membahayakan.

Selain itu, pengamanan jalur perlintasan prioritas juga menjadi fokus. Penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait juga sangat ditekankan. Hal ini penting untuk memastikan semua pihak bekerja sama dalam menciptakan sistem perkeretaapian yang lebih baik.

Doni juga mendorong dukungan pembiayaan untuk penyediaan petugas penjaga perlintasan. Ia juga menekankan pentingnya penyediaan gardu, palang pintu, sirine, CCTV, serta perangkat keselamatan lainnya. Investasi pada infrastruktur keselamatan ini sangat krusial.

“Modernisasi sistem keselamatan operasional melalui penerapan teknologi Automatic Train Protection (ATP) harus disegerakan. Penguatan infrastruktur rel dengan standar axle load yang lebih tinggi juga perlu dilakukan. Pemanfaatan teknologi proteksi perjalanan kereta api yang lebih modern juga harus segera diterapkan,” tuturnya.

Tujuan dari modernisasi ini adalah agar tidak terjadi lagi kecelakaan kereta api seperti yang pernah terjadi di Bekasi. Insiden tersebut menjadi pengingat pentingnya peningkatan standar keselamatan secara berkelanjutan. Perbaikan dan inovasi teknologi adalah kunci untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.