Foto Keluarga yang Diduga Diedit untuk Narasi Gay Parenting, Pemilik Asli Buka Suara

oleh -1 Dilihat
Foto Keluarga yang Diduga Diedit untuk Narasi Gay Parenting, Pemilik Asli Buka Suara

KabarDermayu.com – Jagat media sosial kembali diramaikan oleh sebuah unggahan yang diduga menyalahgunakan foto keluarga untuk mendukung narasi mengenai *gay parenting*. Kasus ini memicu perdebatan yang cukup luas di kalangan warganet.

Perdebatan ini tidak hanya menyangkut dugaan manipulasi foto, tetapi juga penggunaan foto anak-anak tanpa persetujuan dari orang tua mereka.

Awal mula kasus ini mencuat ketika sebuah akun di platform Threads, bernama Rio Damar, mengunggah sebuah foto. Foto tersebut menampilkan dua orang pria bersama dua anak.

Unggahan itu kemudian disertai dengan narasi yang mengaitkan gambar tersebut dengan kehidupan sebuah keluarga yang terdiri dari pasangan sesama jenis. Kalimat yang dituliskan berbunyi, “Dear heteronormative couple, this is what gay parenting look like. Biasanya kami adopsi anak-anak yang ditelantarkan kaum-kaum heteroseksual karena banyak dari mereka yang mau enak-enaknya doang tapi kabur dari tanggung jawab. Kami yang beresin gapapa. Ikhlas kok.”

Unggahan tersebut tersebar dengan sangat cepat dan mendapatkan ribuan tanggapan dari para pengguna media sosial. Namun, tak lama setelah itu, muncul fakta baru yang justru membuat kasus ini semakin menjadi perbincangan hangat.

Seorang pengguna Threads lain dengan akun @hanumtk kemudian memberikan klarifikasi. Ia mengaku sebagai pemilik asli dari foto yang sedang beredar tersebut. Ia menjelaskan bahwa gambar itu sebenarnya adalah dokumentasi keluarganya.

Foto tersebut, menurutnya, menampilkan dirinya bersama sang suami serta kedua anak mereka. Ia menegaskan bahwa foto itu telah mengalami proses penyuntingan digital.

Sosok dirinya sebagai seorang istri diduga telah dihapus dari gambar tersebut. Kemudian, posisinya digantikan oleh pria lain, sehingga menghasilkan komposisi keluarga yang sangat berbeda dari kenyataan.

Sebagai bukti atas pernyataannya, ia juga turut mengunggah foto asli yang belum tersentuh proses pengeditan. Ia menuliskan, “Dear LGBTQ+ ini namanya foto suami istri anak yang lagi foto keluarga ya.”

Selain mempertanyakan dugaan manipulasi foto, banyak warganet juga menyuarakan keprihatinan mereka terkait penggunaan gambar anak-anak. Penggunaan foto anak dalam narasi yang dianggap sensitif tanpa adanya persetujuan dari orang tua mereka dinilai sebagai tindakan yang kurang etis.

Sejumlah pengguna media sosial berpendapat bahwa tindakan semacam ini dapat menimbulkan dampak negatif terhadap privasi keluarga. Terutama bagi anak-anak yang identitas visualnya kini tersebar luas di internet.

Perdebatan yang terjadi pun kemudian berkembang lebih luas. Pembahasan bergeser pada pentingnya etika dalam penggunaan foto di media sosial. Hal ini menjadi krusial, terutama ketika foto tersebut diambil dari sumber lain dan digunakan untuk membangun narasi tertentu.

Kasus ini tidak hanya ramai di ranah media sosial, namun juga mulai merambah ke ranah hukum. Pengacara bernama Tomy Arkan mengungkapkan bahwa pihaknya telah diminta untuk memberikan pendampingan hukum kepada keluarga pemilik foto tersebut.

“Terkait tindakan @rio_damar @rio__damar yang merugikan keluarga kak @hanumtk, kami dari @lawfirmpugnatorindonesia.offc dgn tim yang dipimpin oleh managing partners @ferdiyantodedy memberikan pendampingan & bantuan hukum secara probono,” tulis Tomy melalui akun Threads miliknya.

Ia menjelaskan bahwa komunikasi dengan keluarga korban masih terus berlangsung. Hal ini dilakukan untuk menentukan langkah hukum selanjutnya yang akan ditempuh. Koordinasi dengan aparat kepolisian juga telah dilakukan.

Menurut Tomy, proses pelaporan tinggal menunggu keputusan dari pihak keluarga. “Kami sudah berkomunikasi dgn kak @hanumtk & saat ini masih menunggu beliau berbicara dgn suaminya. Kami juga sudah berkomunikasi dgn rekan di @humaspoldajabar dan @polrestabesbandung terkait masalah tersebut, tinggal dari orang tua korban mau membuat LP dimana,” tambahnya.