Gempa Filipina: 53 Tewas, 487 Luka, Ribuan Rumah Rusak

oleh -4 Dilihat
Gempa Filipina: 53 Tewas, 487 Luka, Ribuan Rumah Rusak

KabarDermayu.com – Jumlah korban tewas akibat gempa magnitudo 7,8 yang mengguncang lepas pantai Mindanao, Filipina selatan, awal pekan ini dilaporkan bertambah menjadi 53 orang. Angka ini disampaikan oleh badan penanggulangan bencana setempat pada Rabu, 10 Juni 2026.

Hingga saat ini, 53 jenazah telah berhasil ditemukan. Juru bicara Biro Perlindungan Kebakaran Filipina, Anthony Arroyo, menyatakan bahwa sebagian jenazah tersebut masih dalam proses identifikasi. Laporan sebelumnya menyebutkan bahwa tim penyelamat masih melakukan pencarian terhadap 17 orang yang dilaporkan hilang.

Dewan Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Filipina mencatat sebanyak 487 orang mengalami luka-luka akibat gempa tersebut, demikian dilaporkan oleh media lokal Philstar. Dari total korban tewas yang telah terkonfirmasi, 33 orang berasal dari Region 12 dan 12 orang dari Region 11. Pihak berwenang masih terus melakukan verifikasi terhadap angka-angka tersebut.

Gempa yang terjadi pada Senin, 8 Juni 2026, pukul 07.37 waktu setempat (06.37 WIB) berpusat di lepas pantai Provinsi Sarangani. Bencana alam ini menimbulkan kerusakan yang signifikan di berbagai wilayah di Mindanao.

Banyak bangunan dilaporkan roboh, layanan listrik dan air bersih terganggu, serta terjadi tanah longsor di beberapa daerah. Operasi pencarian, penyelamatan, dan evakuasi jenazah masih terus dilakukan di wilayah-wilayah yang terdampak.

Oleh karena itu, sangat mungkin jumlah korban jiwa akan terus bertambah seiring dengan perkembangan upaya penyelamatan. Gempa tersebut diketahui memicu setidaknya 10 kejadian tanah longsor, termasuk di wilayah selatan Mindanao.

Di Sarangani, tercatat 13 warga di Barangay New Aklan tertimbun tanah longsor yang menerjang kawasan permukiman mereka. Pihak berwenang juga tengah menyelidiki laporan mengenai kemungkinan satu desa tertimbun longsor, meskipun jumlah korban terkait laporan ini belum dapat dipastikan.

Selain korban jiwa dan luka-luka, gempa ini juga menyebabkan kerusakan infrastruktur yang parah. Sebanyak 18 jembatan, 41 ruas jalan, dan 238 fasilitas publik dilaporkan rusak. Sejumlah jalur transportasi juga masih belum dapat dilalui.

Lebih dari 130.000 pelanggan mengalami pemadaman listrik akibat gempa. Rumah sakit di daerah terdampak beroperasi dalam kondisi sulit, bahkan terpaksa merawat pasien di tenda-tenda darurat. Kondisi ini diperparah oleh gempa susulan dan kekhawatiran terhadap keamanan bangunan.

Dampak gempa dirasakan oleh lebih dari 149.000 orang, di mana lebih dari 41.000 di antaranya terpaksa mengungsi. Hampir 3.000 rumah dilaporkan mengalami kerusakan.

Departemen Pendidikan Filipina melaporkan bahwa gempa berdampak pada sekitar 6.224 sekolah, lebih dari 3,2 juta siswa, serta sekitar 128.000 guru dan tenaga pendidik. Pemerintah Filipina telah menyalurkan bantuan darurat senilai 4,8 juta peso Filipina, yang setara dengan sekitar Rp1,4 miliar.

Upaya penanganan dan bantuan kemanusiaan masih terus berlangsung di wilayah-wilayah yang terdampak bencana gempa di Filipina selatan.