Hillary Brigitta: Pernyataan Amien Rais adalah Fitnah, Bukan Demokrasi

oleh -6 Dilihat
Hillary Brigitta: Pernyataan Amien Rais adalah Fitnah, Bukan Demokrasi

KabarDermayu.com – Pernyataan kontroversial dari tokoh politik senior Amien Rais kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, pernyataannya menyinggung kehidupan pribadi Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.

Beberapa hari lalu, Amien Rais mengunggah sebuah video berjudul “JAUHKAN ISTANA DARI SKANDAL MORAL” di kanal YouTube resminya. Video tersebut sontak menarik perhatian dan menimbulkan berbagai tanggapan.

Kini, video tersebut mendadak tidak dapat diakses oleh pengguna di Indonesia. Pemerintah bahkan telah meminta agar video tersebut diturunkan karena dinilai mengandung hoaks dan ujaran kebencian.

Menanggapi hal ini, anggota DPR sekaligus praktisi hukum, Hillary Brigitta Lasut, menilai ucapan Amien Rais telah melampaui batas kritik dan cenderung mengarah pada fitnah. Hal tersebut dinilainya tidak sejalan dengan prinsip demokrasi yang sehat.

Baca juga: MU Bungkam Liverpool

Hillary Brigitta Lasut berpendapat bahwa narasi yang dibangun Amien Rais telah melewati batas etika publik. Ia juga menilai narasi tersebut secara berbahaya menyeret institusi kepresidenan ke dalam pusaran spekulasi yang tidak bertanggung jawab.

“Ini bukan lagi kritik, ini serangan yang tidak berdasar,” ujar Hillary Brigitta Lasut. Ia menekankan bahwa kritik sangat penting dalam demokrasi, namun tuduhan tanpa bukti yang jelas akan berubah menjadi fitnah.

Ia menyayangkan sikap seorang tokoh sekaliber Amien Rais yang seharusnya lebih berhati-hati dalam memfilter informasi sebelum disebarluaskan kepada publik. Figur publik, menurut Hillary, memikul tanggung jawab besar sebagai penjaga kualitas informasi.

Hillary menambahkan bahwa tokoh publik seharusnya tidak menjadi sumber spekulasi yang meracuni ruang publik dengan asumsi yang belum terverifikasi. Ia menegaskan pentingnya menjaga kualitas informasi di ruang publik.

Sebagai seseorang yang pernah berinteraksi langsung dengan sistem kerja di Sekretariat Kabinet, Hillary Brigitta Lasut memberikan kesaksian nyata. Tujuannya adalah untuk mematahkan tudingan miring yang diarahkan kepada Letkol Teddy.

“Saya saksi hidup bagaimana gerak cepat Seskab dalam menangani laporan masyarakat. Salah satunya adalah kasus ketidakadilan yang menimpa seorang anak dari wilayah perbatasan,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Hillary mengajak seluruh aktor politik untuk senantiasa menjaga etika dan hati nurani dalam berkompetisi di ruang publik. Ia menekankan bahwa persaingan politik seharusnya diisi dengan gagasan dan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Persaingan politik yang sehat, menurut Hillary, tidak seharusnya diisi dengan serangan personal yang berpotensi memecah belah. Ia berharap agar para politisi dapat menyajikan program dan ide yang membangun.