Holding Ultra Mikro: Ekonomi Keluarga Semarang Berkembang Kuat Lewat Usaha Sembako

oleh -3 Dilihat
Holding Ultra Mikro: Ekonomi Keluarga Semarang Berkembang Kuat Lewat Usaha Sembako

KabarDermayu.com – Ketekunan dalam menjalankan usaha, didukung akses pembiayaan dan pemberdayaan yang tepat, menjadi kunci bagi pengusaha ultra mikro untuk naik kelas. Hal itu tercermin dari perjalanan Niken Tiwi Arni, pelaku usaha warung sembako di Kelurahan Pandansari, Semarang, yang mampu mengembangkan usahanya melalui dukungan PNM Mekaar sebagai bagian dari sinergi Holding Ultra Mikro BRI Group.

Berawal dari warung sederhana dengan pilihan barang yang masih terbatas, Niken terus berupaya mengembangkan usahanya agar dapat membantu perekonomian keluarga. Ia menyadari bahwa ketersediaan stok menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga pelanggan tetap datang dan berbelanja di warungnya.

“Awalnya usaha saya kecil-kecilan, hanya warung sembako biasa. Tapi saya ingin warung ini bisa lebih lengkap, supaya pelanggan tidak perlu ke tempat lain,” ujar Niken, Senin, 8 Juni 2026.

Keinginan untuk mengembangkan usaha tersebut kemudian membawa Niken mengenal program PNM Mekaar melalui rekomendasi tetangganya. Ia mulai mengikuti pendampingan dan pertemuan kelompok bersama nasabah lainnya.

Melihat kesungguhan Niken dalam mengembangkan usahanya, pada tahun 2019 PNM Mekaar memberikan dukungan permodalan awal. Modal tersebut kemudian dimanfaatkan Niken untuk memperkuat usahanya secara bertahap.

Tidak hanya memperoleh akses permodalan, Niken juga mendapatkan fasilitas pendampingan. Ia diberikan pemahaman baru oleh PNM tentang cara mengelola usaha. Materi yang diberikan meliputi pengaturan kebutuhan stok, menjaga perputaran modal, hingga melihat peluang dari kebiasaan belanja warga sekitar.

Sejak saat itu, warungnya mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pelanggan yang datang semakin sering, dan warungnya pun mulai menjadi pilihan utama di lingkungan tempat tinggalnya untuk membeli berbagai kebutuhan rumah tangga.

“Perjalanan membangun sebuah warung sembako saya ini sangat panjang. Namun karena dukungan petugas dari BRI Group, saya yakin saya bisa mengembangkan usaha demi memperbaiki ekonomi keluarga,” ujar Niken.

Ia menambahkan, penghasilan yang lebih stabil membuatnya lebih tenang dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Niken juga bisa lebih fokus memastikan anak-anaknya tetap bersekolah tanpa harus khawatir seperti sebelumnya.

Warung yang dulu sederhana kini bukan hanya tempat berjualan, tetapi menjadi simbol perjuangan dan harapan bagi keluarganya. Dari ruang kecil di depan rumah, Niken membuktikan bahwa usaha yang dijalankan dengan konsisten, meski dimulai dari hal sederhana, dapat tumbuh dan membawa perubahan.

Ke depan, ia berharap usahanya dapat terus berkembang. Harapan ini bukan hanya untuk meningkatkan penghasilan, tetapi juga untuk memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anaknya.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan pelaku usaha ultra mikro tidak hanya berhenti pada akses pembiayaan. Pemberdayaan juga mencakup penciptaan ekosistem yang mampu mendorong mereka untuk tumbuh secara berkelanjutan.

Menurutnya, kehadiran program PNM Mekaar menjadi salah satu instrumen penting. Program ini membuka peluang bagi perempuan untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Hal ini dicapai melalui kemampuan mengelola keuangan dan memahami kebutuhan pasar.

“Sinergi dalam Holding Ultra Mikro antara BRI, Pegadaian, dan PNM menjadi kekuatan dalam memperluas akses layanan keuangan yang inklusif. Dengan dukungan tersebut, pelaku usaha mikro kecil di banyak daerah dapat berkembang secara bertahap dan berkelanjutan, dari usaha sederhana hingga mampu memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitarnya,” tutur Dhanny.

Di saat yang bersamaan, kinerja pemberdayaan dalam ekosistem Holding Ultra Mikro juga menunjukkan capaian yang positif. Sepanjang Triwulan I 2026, tercatat sebanyak 1,2 juta debitur PNM berhasil naik kelas. (LAN)