Iran Mengklaim Miliki Teknologi Baru Mampu Melumpuhkan 210 Pesawat Musuh

oleh -5 Dilihat
Iran Mengklaim Miliki Teknologi Baru Mampu Melumpuhkan 210 Pesawat Musuh

KabarDermayu.com – Iran mengklaim telah mencapai kemajuan signifikan dalam teknologi pertahanan udara, yang dikembangkan selama konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Perkembangan ini diklaim memungkinkan militer Iran untuk menetralisir lebih dari 200 pesawat musuh.

Menteri Pertahanan Sementara Iran, Brigadir Jenderal Seyed Majid Ibn Reza, menyatakan bahwa kemampuan militer dan taktik tempur Iran mengalami peningkatan pesat selama 40 hari pertempuran sengit melawan AS dan Israel. Ia menekankan bahwa kemajuan dalam bidang teknik dan taktik selama “Perang Ramadan” ini jauh melampaui apa yang dicapai dalam konflik sebelumnya.

Menurutnya, dalam perang sebelumnya yang berlangsung selama 12 hari pada Juni 2025, jumlah pesawat musuh yang berhasil ditargetkan masih terbatas. Namun, dalam konflik terbaru ini, Iran berhasil mengembangkan teknologi baru yang memungkinkan penargetan sekitar 210 pesawat musuh.

Selain itu, Iran juga dilaporkan dengan cepat mengembangkan kemampuan untuk mendeteksi dan menghadapi pesawat siluman canggih, termasuk jet tempur Lockheed Martin F-35 Lightning II buatan Amerika Serikat. Penargetan pesawat siluman musuh disebut menjadi prioritas utama industri pertahanan Iran sejak awal konflik.

Baca juga: Kuwu Santing H. Tarman: Idul Adha Ajarkan Keikhlasan & Cinta Tertinggi

Dalam waktu kurang dari 10 hari, Iran diklaim telah menguasai teknologi yang mampu memberikan kerusakan serius pada F-35 dan pesawat tempur canggih lainnya. Penargetan drone serta pesawat tempur seperti General Dynamics F-16 Fighting Falcon bahkan telah menjadi aktivitas rutin harian dan mingguan bagi pasukan Iran.

Perlu dicatat, Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan ini memicu respons besar dari Iran berupa serangan rudal dan drone yang ditujukan ke sasaran di Israel serta aset militer Amerika Serikat di berbagai wilayah.

Selama perang tersebut, pasukan Iran dilaporkan berhasil mencegat dan menjatuhkan sejumlah jet tempur, rudal, dan drone milik pihak penyerang. Pemerintah Iran berulang kali menyatakan bahwa perang ini membuktikan kerentanan sistem militer canggih Amerika Serikat di hadapan kemampuan rudal dan pertahanan udara Iran.

Seorang perwira senior Iran yang mengklaim berhasil menjatuhkan jet tempur F-35 milik Amerika Serikat, menyatakan bahwa mitos pesawat perang yang tidak terdeteksi radar kini telah runtuh. Ia menegaskan bahwa teknologi Lockheed Martin telah dihancurkan dan mitos jet tempur siluman telah berakhir.

Sebuah laporan kongres yang baru dirilis mengungkapkan bahwa militer Amerika Serikat mengalami kerugian setidaknya 42 pesawat selama perang melawan Iran. Total kerugian ini diperkirakan mencapai sekitar 2,6 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp46,39 triliun.

Kerugian tersebut mencakup berbagai jenis pesawat, mulai dari jet tempur, pesawat pengintai, pesawat pengisian bahan bakar di udara, helikopter penyelamat tempur, hingga drone. Beberapa pesawat yang dilaporkan hancur atau rusak antara lain empat jet tempur McDonnell Douglas F-15E Strike Eagle, satu F-35A Lightning II, dan satu Fairchild Republic A-10 Thunderbolt II.

Selain itu, terdapat juga hilangnya tujuh pesawat pengisian bahan bakar Boeing KC-135 Stratotanker, satu Boeing E-3 Sentry, dua pesawat Lockheed Martin MC-130J Commando II, serta satu helikopter Sikorsky HH-60W Jolly Green II. Sebanyak 24 drone General Atomics MQ-9 Reaper dan satu Northrop Grumman MQ-4C Triton juga dilaporkan hilang.

Para analis yang dikutip dalam laporan tersebut memperkirakan bahwa total kerugian pesawat dan biaya program penggantiannya pada akhirnya dapat melampaui 7 miliar dolar AS, atau sekitar Rp124,92 triliun.