KabarDermayu.com – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mendorong Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam dua periode kepemimpinan.
AHY menilai bahwa dorongan tersebut terlalu dini disampaikan. Ia beralasan bahwa Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 masih cukup lama.
“Mari kita sama-sama menyadari ini masih tahun 2026, menuju 2029 juga masih agak lama,” ujar AHY kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa, 23 Juni 2026.
Lebih lanjut, AHY menyatakan bahwa Partai Demokrat saat ini lebih fokus pada persoalan domestik. Prioritas utama partai adalah menjaga daya beli masyarakat dan membuka lapangan kerja.
Ia menjelaskan, fokus Demokrat saat ini adalah pada sektor ekonomi. Partai ingin memastikan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, daya beli masyarakat meningkat, dan lapangan pekerjaan terbuka luas.
Selain itu, Demokrat juga berupaya menurunkan angka kemiskinan dan menekan ketimpangan sosial. AHY menekankan bahwa Demokrat menempatkan fokusnya pada area-area tersebut.
Menyikapi hal tersebut, AHY berpendapat bahwa pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan daerah dan penguatan jaringan irigasi seharusnya menjadi prioritas utama.
Meskipun demikian, AHY menghormati setiap partai politik yang memiliki sikap dan pandangan politiknya sendiri. Ia mengakui bahwa setiap partai memiliki agenda dan kepentingan masing-masing.
“Saya menghormati semua partai politik yang memiliki sikap dan pandangan tertentu. Semua punya agenda, semua punya kepentingan, tapi marilah kita meletakkan kepentingan bersama dan nasional kita di atas kepentingan partisan,” jelasnya.
Sebelumnya, Ketua DPP PSI, Bestari Barus, membeberkan arahan dari Presiden Jokowi kepada PSI dan para simpatisannya. Arahan tersebut adalah untuk mengawal jalannya pemerintahan Prabowo-Gibran.
Menurut Bestari, Jokowi secara spesifik meminta PSI untuk mendukung Prabowo-Gibran hingga dua periode kepemimpinan.
“Kepada kami beliau menyampaikan kok bahwa kita itu diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan ya, bahkan, bahkan sampai dua periode. Jadi nggak ada itu fitnahan, fitnahan tentang bakal ada dua matahari. Matahari gimana bisa dua? ada-ada aja,” kata Bestari kepada wartawan pada Jumat, 18 Juni 2026.
Bestari mengungkapkan pesan tersebut saat bertemu dengan ayah dari Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep itu di Solo pada Kamis, 17 Juni 2026 pagi.
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi mengingatkan PSI untuk senantiasa menjaga keharmonisan internal partai dan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran yang sedang berjalan.
“Beliau terus, tadi pun saya dititip pesan ya jaga keharmonisan di internal. Dan juga ingatkan untuk kawan-kawan di mana pun itu, mendukung pasangan Pak Prabowo-Gibran ini gitu, mau matahari apa lagi,” ujar Bestari.





