PLN Diminta Kurangi Dampak Pemadaman Bergilir di Jawa

oleh -1 Dilihat
PLN Diminta Kurangi Dampak Pemadaman Bergilir di Jawa

KabarDermayu.com – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak PT PLN (Persero) untuk melakukan mitigasi terhadap dampak negatif pemadaman listrik bergilir yang telah mengganggu aktivitas masyarakat luas di Pulau Jawa. Ia juga meminta transparansi dari PLN mengenai alasan di balik pemadaman bergilir yang berkepanjangan.

Puan Maharani mencatat bahwa pemadaman bergilir di berbagai wilayah Jawa disebabkan oleh gangguan pasokan batu bara serta masalah teknis pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Hal ini tentu menimbulkan ketidaknyamanan yang signifikan bagi warga yang terdampak.

Meskipun demikian, Puan mengapresiasi langkah-langkah cepat yang telah diambil oleh PLN dalam upaya memulihkan pasokan listrik dan meminimalkan durasi pemadaman. Ia juga memberikan penghargaan kepada para petugas lapangan yang bekerja keras untuk mengembalikan stabilitas sistem kelistrikan.

Namun, Puan mengingatkan bahwa komitmen PLN untuk mengurangi pemadaman tidak boleh mengabaikan pentingnya evaluasi mendalam. Ia menekankan perlunya mitigasi dampak yang timbul, terutama bagi kelompok masyarakat dan sektor-sektor yang paling rentan terhadap pemadaman listrik.

Menurut Puan, akar permasalahan yang menyebabkan gangguan luas ini harus diungkapkan secara transparan kepada publik. Ia juga mengimbau PLN untuk proaktif dalam memitigasi dampak pemadaman, serta melindungi kepentingan masyarakat yang paling merasakan akibatnya.

Prioritas mitigasi ini mencakup Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sektor industri, rumah sakit, dan berbagai layanan publik lainnya. Puan menjelaskan bahwa ketika listrik padam, berbagai aktivitas penting seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, komunikasi, dan pekerjaan di sektor tertentu menjadi terhenti.

Banyak keluhan dari masyarakat yang bermunculan di media massa dan media sosial mengenai dampak pemadaman listrik bergilir terhadap produktivitas ekonomi kerakyatan. Fenomena ini menunjukkan bahwa konsekuensi pemadaman listrik jauh melampaui sekadar terhentinya lampu.

Ketiadaan pasokan energi listrik dinilai sangat mengganggu sendi-sendi kehidupan sehari-hari masyarakat. Pemadaman yang terjadi dalam skala besar ini secara langsung menyentuh aspek produktivitas masyarakat dan keberlangsungan ekonomi rumah tangga.

Puan Maharani juga mengingatkan bahwa dalam setiap gangguan layanan publik, kelompok yang paling terdampak hampir selalu berasal dari kalangan usaha mikro dan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan sumber daya mereka.

Perusahaan besar mungkin memiliki kemampuan untuk mengantisipasi pemadaman dengan menggunakan generator cadangan atau sistem kelistrikan alternatif. Namun, bagi pedagang kecil, pemilik warung makan, pelaku UMKM rumahan, dan pekerja informal, listrik seringkali merupakan satu-satunya sumber energi yang dapat diandalkan.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah mengidentifikasi tiga penyebab utama padamnya listrik di sejumlah wilayah Pulau Jawa. Informasi ini disampaikan Bahlil setelah pertemuan dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat pada Senin, 22 Juni 2026.

Bahlil menyatakan bahwa stabilitas pelayanan PLN kepada masyarakat, khususnya terkait kelistrikan, menjadi salah satu topik pembahasan penting dalam pertemuan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa ada tiga masalah utama yang telah dibedah bersama Direktur Utama PLN.

Masalah pertama berkaitan dengan kendala pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG). Meskipun demikian, Bahlil tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai persoalan spesifik yang dihadapi oleh PLTG tersebut.

Masalah kedua adalah terkait pemenuhan kebutuhan batu bara dengan kalori medium. Bahlil menjelaskan bahwa konsumsi batu bara PLN setiap tahun mencapai 154 juta ton. Kementerian ESDM telah memberikan penugasan kepada perusahaan-perusahaan untuk melayani PLN dengan total sekitar 180 hingga 190 juta ton.

Secara kontrak, PLN menjalin kerjasama dengan pengusaha untuk pengadaan 134 juta ton batu bara per tahun. “Sekarang baru bulan 6, itu harusnya no issue, ternyata yang PLN keluhkan itu adalah kalori yang medium untuk blending. Nah sudah kita pastikan susah tidak ada masalah dan kita pem rintah sudah membantu PLN,” jelas Bahlil.

Ketiga, Bahlil meminta agar PLN segera melaksanakan pemeliharaan rutin pada sistem pembangkit dan jaringan kelistrikan. Langkah ini penting untuk memastikan layanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar dan stabil.