Jukir Lansia di Brebes Diumrahkan Setelah Gagalkan Pencurian Rp 3,6 Miliar

oleh -2 Dilihat
Jukir Lansia di Brebes Diumrahkan Setelah Gagalkan Pencurian Rp 3,6 Miliar

KabarDermayu.com – Kisah heroik Kusmiah, seorang juru parkir lansia di Brebes, Jawa Tengah, yang berhasil menggagalkan upaya pencurian uang senilai Rp 3,6 miliar, terus menjadi sorotan publik dan menuai berbagai apresiasi.

Aksi spontan Kusmiah ini terjadi pada Senin, 15 Juni 2026, di pusat Kota Brebes. Ia dengan sigap menggagalkan aksi pencurian dengan modus pecah kaca mobil yang menyasar nasabah bank.

Menanggapi tindakan luar biasa tersebut, Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah beserta jajarannya mendatangi kediaman Kusmiah di Desa Bojong, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, pada Kamis, 18 Juni 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Lilik Ardhiansyah memberikan bantuan berupa paket sembako dan tali asih sebagai bentuk penghargaan atas keberanian Kusmiah.

“Kami dari Polres Brebes juga akan memberikan penghargaan resmi kepada Kusmiah pada Upacara Hari Bhayangkara ke-80 yang akan digelar pada 1 Juli 2026 mendatang,” ujar Lilik Ardhiansyah.

Kapolres Brebes menekankan bahwa tindakan Kusmiah merupakan contoh nyata kepedulian masyarakat terhadap keamanan lingkungan. Keberanian seperti yang ditunjukkan Kusmiah dinilai sangat penting dalam mendukung upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selain apresiasi dari kepolisian, perhatian juga datang dari korban percobaan pencurian, Kliwon Alwawan. Kliwon bersama istrinya mendatangi kediaman Kusmiah pada Kamis sore.

Kliwon menceritakan detik-detik menegangkan saat uang tunai Rp 3,6 miliar yang baru diambilnya dari sebuah bank di depan Alun-alun Brebes nyaris dibawa kabur oleh komplotan pelaku pecah kaca mobil.

“Makanya saat ini saya baru sempat menemui Ibu Kusmiah secara langsung dan memberikan penghormatan dengan mengajak untuk umroh ke tanah suci Mekkah,” ungkap Kliwon.

Kliwon juga meluruskan anggapan yang berkembang di media sosial mengenai pemberian uang Rp 100 ribu kepada Kusmiah setelah kejadian. Menurutnya, niat awalnya bukan hanya sekadar memberikan uang tersebut sebagai ucapan terima kasih.

Ia menjelaskan bahwa saat itu dirinya dalam kondisi panik dan syok akibat kejadian yang baru saja dialaminya. Oleh karena itu, ia tidak bermaksud hanya memberikan nominal tersebut.

“Saat itu saya panik dan gemetar. Saya baru saja mengalami kejadian yang luar biasa. Jadi bukan berarti saya hanya ingin memberi Rp 100 ribu saja. Saat itu benar-benar shock dan tidak bisa berbuat apa-apa,” jelas Kliwon.

Sementara itu, Kusmiah menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Kapolres Brebes beserta jajarannya, serta kepada korban, Kliwon Alwawan.

Ia mengaku tidak menyangka akan mendapatkan bantuan dari Polres Brebes, apalagi diundang untuk melaksanakan ibadah umrah ke tanah suci secara gratis.

“Saya orang tidak punya, ini seperti mimpi kalau saya mau diajak umroh. Alhamdulillah dan terima kasih orang-orang baik,” tutur Kusmiah dengan mata berkaca-kaca mendengar kabar bahagia tersebut.

Kusmiah mengungkapkan bahwa ia telah bekerja sebagai juru parkir di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kota Brebes, selama puluhan tahun bersama almarhum suaminya. Setelah suaminya meninggal dunia, ia harus berjuang seorang diri untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Dulu sama suami yang sama-sama juru parkir berangkat bareng sebagai juru parkir naik motor butut. Sekarang harus sendiri menempuh perjalanan sekitar 12 kilometer dari rumahnya menuju tempat bekerja di pusat Kota Brebes,” jelas Kusmiah.

Ia menambahkan, terkadang harus berjalan kaki sambil mencari tumpangan karena jarak rumahnya yang cukup jauh dari tempat kerja. Bahkan, ia pernah menumpang mobil ambulans dan duduk bersama jenazah yang dibawa.

“Kadang jalan kaki dulu sambil mencari tumpangan di jalan. Apalagi jaraknya dari rumah sekitar 12 kilometer. Saya juga pernah numpang mobil ambulans dan duduk dengan mayat yang dibawa ambulans,” ungkap Kusmiah.

Meskipun usianya sudah tidak muda lagi, Kusmiah tetap bersemangat bekerja sebagai juru parkir dan berjualan minuman di lokasi parkir demi menafkahi keluarganya.

“Saya masih menafkahi anak saya dan untuk kebutuhan sehari-hari. Makanya saya selalu berharap diberi kesehatan, untuk terus bisa bekerja meski usia saya sudah tua,” pungkasnya.

Laporan Tri Handoko/tvOne Brebes