KabarDermayu.com – Lembaga survei Poltracking Indonesia baru saja merilis hasil terbaru mengenai tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
Berdasarkan survei tersebut, mayoritas publik Indonesia, tepatnya 72,2 persen, menyatakan rasa puas terhadap jalannya pemerintahan Prabowo-Gibran.
Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, menjelaskan bahwa angka kepuasan ini terbagi menjadi dua kategori. Sebanyak 6,2 persen responden mengaku “sangat puas”, sementara 66 persen lainnya menyatakan “cukup puas”.
Jika digabungkan, total responden yang merasa puas dengan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai 72,7 persen. Angka ini menunjukkan penerimaan publik yang cukup tinggi terhadap kebijakan dan program yang dijalankan.
Di sisi lain, Masduri juga memaparkan data mengenai ketidakpuasan publik. Sebanyak 23,2 persen responden menyatakan “kurang puas”, dan 1,95 persen lainnya mengaku “sangat tidak puas”.
Dengan demikian, total publik yang menyatakan tidak puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran berada di angka 25,1 persen. Perbedaan angka antara kepuasan dan ketidakpuasan ini cukup signifikan.
Masduri kemudian merinci beberapa alasan utama mengapa publik merasa puas dengan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Salah satu faktor yang paling disorot adalah bantuan pemerintah yang dinilai tepat sasaran.
Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi salah satu program yang mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat. Kepemimpinan yang dianggap tegas dan berwibawa juga turut berkontribusi pada tingkat kepuasan publik.
“Pertama, ada bantuan pemerintah yang dianggap tepat sasaran, dengan angka 14%. Ini menggeser program lain. Program MBG, yang sebelumnya sangat populer dan belakangan kembali ramai diperbincangkan karena isu-isu yang menyertainya, tercatat di angka 13,8%,” papar Masduri.
Survei Poltracking Indonesia ini dilaksanakan dalam periode 11 hingga 17 Mei 2026. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan teknik sampel multistage random sampling.
Jumlah responden yang dilibatkan dalam survei ini adalah 1.220 orang. Survei ini memiliki margin of error sebesar +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, yang menunjukkan tingkat akurasi yang cukup baik.





