Limbah Sawit Gantikan LPG: BRIN & PalmCo Kembangkan Bio-CBG

oleh -5 Dilihat
Limbah Sawit Gantikan LPG: BRIN & PalmCo Kembangkan Bio-CBG

KabarDermayu.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dengan PTPN IV PalmCo, subholding dari PT Perkebunan Nusantara III (Persero), untuk mengembangkan energi terbarukan bernama Bio-Compressed Biomethane Gas (Bio-CBG). Inisiatif ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kelapa sawit sebagai sumber energi alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyatakan bahwa limbah sawit yang selama ini sering dianggap sebagai masalah lingkungan, kini memiliki potensi besar sebagai sumber energi baru yang bernilai ekonomi. Pendekatan baru ini diharapkan dapat berkontribusi pada ketahanan energi nasional.

Upaya pencarian sumber energi alternatif untuk menggantikan bahan bakar fosil impor semakin terfokus pada sektor perkebunan kelapa sawit. Jatmiko menjelaskan bahwa PTPN IV PalmCo bersama BRIN tengah mematangkan kajian pengembangan Bio-CBG. Gas biomethana yang dihasilkan dari limbah sawit ini diklaim memiliki kualitas yang setara dengan Compressed Natural Gas (CNG).

Energi yang dihasilkan dari pengolahan limbah kelapa sawit ini diproyeksikan mampu menggantikan kebutuhan LPG impor. Selain itu, pengembangan ini juga bertujuan untuk memperkuat bauran energi baru dan terbarukan di Indonesia.

Jatmiko menambahkan bahwa pengembangan Bio-CBG merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk mengoptimalkan limbah sawit menjadi produk bernilai tambah tinggi, khususnya dalam bentuk energi. Proyek bersama BRIN ini berfokus pada pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit (POME) dan biomassa tandan kosong menjadi biomethana berkadar tinggi.

Gas biomethana tersebut kemudian akan dimurnikan hingga memiliki spesifikasi yang menyerupai gas bumi. Jatmiko menyebut Bio-CBG sebagai ‘kembaran hijau’ dari CNG karena fungsinya yang sama dan potensinya sebagai alternatif pengganti LPG serta bahan bakar fosil lainnya.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang berupaya menekan ketergantungan terhadap impor energi. PTPN IV PalmCo saat ini sedang menyusun peta jalan pengembangan energi hijau berbasis sawit. Salah satu proyek yang sedang berjalan adalah pembangunan fasilitas Bio-CBG di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tinjowan, Sumatera Utara.

Bekerja sama dengan perusahaan mitra, PalmCo menargetkan pembangunan 17 instalasi Bio-CBG hingga tahun 2029. Untuk tahun ini, perusahaan merencanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking untuk delapan proyek baru.

Baca juga: Prabowo: Kunjungan Tiga Kali ke Prancis Tahun Ini Merupakan Kehormatan Besar

Proses pengembangan ini dilakukan secara bertahap. Harapannya, fasilitas pengolahan limbah sawit ini tidak hanya menghasilkan listrik, tetapi juga gas siap pakai yang dapat dimanfaatkan oleh sektor industri maupun transportasi. Hal ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian energi nasional.