Megawati Dihargai Gerindra Sebagai Tokoh Elegan Meski PDIP Kerap Kritis

oleh -7 Dilihat
Megawati Dihargai Gerindra Sebagai Tokoh Elegan Meski PDIP Kerap Kritis

KabarDermayu.com – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, menilai Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, sebagai sosok yang elegan. Hal ini ditunjukkannya meski PDIP tidak berada dalam koalisi pemerintah.

Menurutnya, Megawati Soekarnoputri menjalin hubungan baik dengan Presiden Prabowo Subianto. Beliau juga menunjukkan sikap saling menghormati, meskipun beberapa kader PDIP kerap melontarkan kritik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto.

“Sebagai Presiden yang pernah menjabat ya, beliau (Megawati) menghormati Pak Prabowo sebagai Presiden yang saat ini menjabat,” ujar Habiburokhman di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.

Baca juga: Trump Perketat Proposal Damai Iran, Kesepakatan Terancam Tertunda

Pernyataan ini disampaikan Habiburokhman menanggapi momen keakraban antara Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri saat menghadiri acara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin, 1 Juni 2026. Keduanya terlihat bergandengan tangan saat meninggalkan lokasi acara.

Habiburokhman menambahkan bahwa berbagai kritik yang disampaikan oleh kader PDIP terhadap pemerintahan Prabowo Subianto adalah hal yang wajar. Namun, sikap Megawati sebagai pimpinan tertinggi partai tetap menjaga hubungan baik demi mencegah polarisasi yang lebih dalam di masyarakat.

“Ini contoh yang elegan dari Bu Mega, kita sangat hormat, ya kita sangat respek contoh yang dilakukan oleh Ibu Mega ini,” tuturnya.

Ia juga membandingkan sikap Megawati dengan mantan pejabat tinggi negara lain, yaitu mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal. Menurutnya, seorang mantan pejabat seharusnya menghormati proses kerja para pejabat yang tengah menjalankan pemerintahan.

Meski hanya menjabat selama tiga bulan, Dino Patti Djalal tetap dianggap sebagai mantan pejabat tinggi negara. Habiburokhman berpendapat bahwa ada etika yang perlu dijunjung di kalangan orang yang pernah menduduki jabatan penting.

“Menurut saya, ada etika di kalangan orang yang pernah menjabat. Artinya memberikan kesempatan kepada orang yang saat ini menjabat untuk bekerja, menghormati ya,” tegas Ketua Komisi III DPR RI itu.

Sebelumnya, momen keakraban antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri terjadi saat keduanya menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, pada Senin, 1 Juni 2026. Usai upacara, keduanya tampak meninggalkan lokasi kegiatan dengan wajah tersenyum sambil bergandengan tangan.

Selain dengan Megawati, Prabowo Subianto juga terlihat berbincang dengan sejumlah tokoh nasional lainnya. Di antaranya adalah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, serta Wakil Presiden ke-13 RI, Ma’ruf Amin. (Ant)