Trump Perketat Proposal Damai Iran, Kesepakatan Terancam Tertunda

oleh -5 Dilihat
Trump Perketat Proposal Damai Iran, Kesepakatan Terancam Tertunda

KabarDermayu.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan tengah mengupayakan perubahan signifikan pada proposal perdamaian yang diajukan untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. Perubahan ini berpotensi membuat kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat semakin sulit dicapai.

Laporan terbaru dari The New York Times menyebutkan bahwa rancangan baru proposal tersebut telah dikirimkan kembali kepada Iran untuk dipertimbangkan. Proposal yang diperbarui ini disebut-sebut memuat syarat-syarat yang lebih ketat.

Meskipun detail perubahan tersebut belum diungkapkan secara rinci, situs berita Axios melaporkan bahwa Trump ingin memperkuat beberapa poin krusial. Salah satu fokus utamanya adalah penanganan material nuklir milik Iran.

Perubahan yang diajukan oleh Trump ini berpotensi memperpanjang proses negosiasi yang telah berjalan. Para pihak perlu waktu tambahan untuk mengevaluasi apakah kesepakatan tersebut benar-benar dapat mengakhiri konflik yang dipicu oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Sebelumnya, sumber-sumber pemerintah AS sempat menyatakan bahwa proposal damai tersebut hanya tinggal menunggu persetujuan akhir dari Trump. Namun, setelah rapat di Situation Room Gedung Putih pada Jumat lalu, Trump belum mengambil keputusan final.

Trump sendiri secara konsisten menekankan dua prioritas utama dalam setiap kesepakatan yang dinegosiasikan. Pertama, Iran harus memberikan komitmen tegas untuk tidak pernah mengembangkan senjata nuklir. Kedua, Selat Hormuz yang saat ini mengalami blokade harus dibuka kembali.

Selat Hormuz memiliki peran vital sebagai jalur pelayaran strategis yang dilalui oleh sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Oleh karena itu, stabilitas di kawasan ini menjadi perhatian utama bagi pasar energi global dan perekonomian dunia.

Baca juga: Jamaah Haji Indramayu Kloter 1 Tiba Kertajati, Sambut Haru Keluarga

Serangan Tetap Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

Meskipun ada upaya gencatan senjata, aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan masih terus berlanjut. Pada Senin, 1 Juni waktu setempat, Amerika Serikat mengumumkan telah melakukan pemboman terhadap sejumlah lokasi radar dan fasilitas drone di Iran.

Tindakan ini disebut sebagai balasan atas insiden penembakan drone milik AS oleh Iran. Di sisi lain, pertempuran antara Israel dan kelompok militan Hizbullah di Lebanon juga dilaporkan semakin meningkat, meskipun kedua belah pihak secara resmi masih dalam masa gencatan senjata.

Situasi ini dinilai dapat mengancam upaya perpanjangan kesepakatan gencatan senjata dalam konflik yang melibatkan Iran. Pada Senin sore waktu setempat, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Israel dan Hizbullah telah sepakat untuk mengurangi intensitas pertempuran.

Pernyataan ini disampaikan setelah Trump berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan berkomunikasi dengan Hizbullah melalui perantara. Namun, tak lama setelah itu, Israel mengumumkan deteksi peluncuran rudal dari wilayah Lebanon.

Israel kemudian mengeluarkan peringatan kepada warga di sebagian wilayah utara negara itu untuk segera mencari perlindungan di tempat yang aman. Insiden ini terjadi setelah Iran pada akhir pekan lalu dikabarkan menembak jatuh drone AS.

Sebagai respons, Iran mengklaim telah menargetkan militer AS di Kuwait dengan rudal. Namun, pihak Washington menyatakan bahwa serangan tersebut berhasil dicegat, seperti dilaporkan oleh AP News pada Selasa, 2 Juni 2026.