Mohammed Odeh, Pemimpin Baru Hamas, Tewas dalam Serangan Israel di Gaza

oleh -6 Dilihat
Mohammed Odeh, Pemimpin Baru Hamas, Tewas dalam Serangan Israel di Gaza

KabarDermayu.com – Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, mengumumkan kematian salah satu pemimpin baru sayap militernya, Mohammed Odeh. Odeh dilaporkan tewas dalam serangan udara yang dilancarkan oleh Israel di Kota Gaza.

Kabar duka ini datang kurang dari dua minggu setelah pemimpin sebelumnya dari sayap militer Hamas juga dilaporkan menjadi korban serangan serupa.

Dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis pada hari ini, Hamas menyatakan bahwa Mohammed Odeh meninggal dunia pada hari Selasa. Ia tidak sendiri, melainkan bersama istri dan kedua anaknya dalam serangan udara tersebut. Pengumuman ini menyusul pernyataan dari Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang mengonfirmasi bahwa militer Israel telah berhasil menargetkan dan membunuh Odeh.

Menurut laporan dari AP News pada Rabu, 27 Mei 2026, fasilitas medis setempat melaporkan bahwa sedikitnya lima orang tewas dalam serangan yang terjadi di sebuah pasar di Kota Gaza pada hari Selasa. Korban tewas termasuk Odeh dan anggota keluarganya. Selain itu, sebanyak 12 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Serangan ini terjadi hanya sehari sebelum umat Muslim merayakan Hari Raya Idul Adha.

Ribuan warga Palestina terlihat memadati jalanan pada hari Rabu untuk mengikuti prosesi pemakaman bersama keluarga Odeh di Kota Gaza. Para pelayat dengan khidmat menutupi empat jenazah dengan bendera hijau milik Hamas. Mereka kemudian mengarak jenazah dari sebuah masjid menuju pusat kota sambil meneriakkan slogan-slogan dukungan dan melepaskan tembakan ke udara sebagai penghormatan.

Baca juga: Skuad Piala Dunia 2026 Belanda: Van Dijk & Pemain Indonesia di De Oranje

Sebagian dari para pelayat terlihat membawa poster bergambar Odeh. Poster tersebut bertuliskan keterangan yang menyebutnya sebagai “salah satu kepala staf Brigade Qassam,” yang merujuk pada sayap militer bersenjata Hamas.

Hamas sendiri mengecam keras serangan udara tersebut. Kelompok itu menegaskan bahwa Odeh telah aktif bergabung dengan mereka selama lebih dari tiga dekade. Ia juga disebut sebagai bagian dari generasi pertama yang berperan penting dalam pembentukan gerakan Hamas serta sayap bersenjatanya.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebut Odeh sebagai salah satu ‘arsitek’ di balik serangan 7 Oktober 2023. Serangan itulah yang memicu konflik berkepanjangan di Gaza selama lebih dari dua tahun terakhir. Katz menambahkan bahwa Odeh merupakan pemimpin keempat dari sayap militer Hamas yang berhasil dibunuh oleh Israel sejak serangan tersebut dilancarkan.

Sebelumnya, pemimpin sayap militer Hamas lainnya, Izz al-Din al-Haddad, dilaporkan tewas pada tanggal 16 Mei. Katz menegaskan komitmen Israel untuk terus memburu para pemimpin Hamas yang terlibat dalam serangan 7 Oktober 2023.

Melalui platform X, Katz menulis, “Kami berjanji Hamas tidak akan memegang kendali sipil maupun militer.” Ancaman serupa juga dilontarkan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang tengah bersiap menghadapi pemilihan umum pada musim gugur mendatang. Ia juga mengancam akan menargetkan siapa pun yang terbukti terlibat dalam serangan 7 Oktober 2023.