KabarDermayu.com – PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (MSIG Life) melaporkan telah membayarkan klaim kesehatan dan meninggal dunia senilai Rp227,29 miliar sepanjang kuartal pertama 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 3,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pembayaran klaim tersebut diberikan kepada lebih dari 8.000 penerima manfaat. Hal ini menegaskan peran penting asuransi dalam memberikan perlindungan finansial di saat-saat genting.
Elly Susanti, Director and Chief Operating IT Officer MSIG Life, menyatakan bahwa rata-rata klaim yang dibayarkan setiap bulan mencapai lebih dari Rp75 miliar. Dana ini disalurkan kepada nasabah dan keluarga yang menghadapi risiko kesehatan atau kehilangan pencari nafkah.
“Angka ini menunjukkan bahwa perlindungan asuransi harus benar-benar bekerja saat dibutuhkan,” ujar Elly. Ia menambahkan bahwa MSIG Life berkomitmen untuk membayarkan setiap klaim yang memenuhi ketentuan polis, dengan tetap menjunjung tinggi etika bisnis dan prinsip utmost good faith.
Tren peningkatan klaim ini juga terlihat di tingkat industri asuransi jiwa. Data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat bahwa klaim kesehatan industri mencapai Rp26,74 triliun pada tahun 2025. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 9,1% secara tahunan.
Peningkatan ini sejalan dengan meningkatnya risiko kesehatan dan biaya medis yang membuat perlindungan asuransi semakin relevan bagi masyarakat Indonesia. Kebutuhan akan jaminan kesehatan yang memadai menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian kondisi kesehatan.
Dari total klaim yang dibayarkan oleh MSIG Life, penyakit jantung, kanker, dan stroke menjadi kondisi kesehatan yang paling banyak diajukan klaimnya. Mayoritas klaim berasal dari nasabah usia produktif, yaitu rentang usia 20 hingga 55 tahun.
Kelompok usia produktif ini mewakili sekitar 65,5% dari total tertanggung yang menerima klaim. Mereka umumnya masih aktif bekerja dan menjadi tulang punggung ekonomi keluarga, sehingga risiko kesehatan yang mereka hadapi dapat berdampak langsung pada stabilitas finansial keluarga.
Penyakit kritis seperti jantung, kanker, dan stroke sering kali memerlukan perawatan medis yang intensif. Biaya yang timbul mulai dari diagnosis, rawat inap, tindakan medis, hingga pemulihan bisa menjadi beban finansial yang besar bagi keluarga.
Untuk menjawab kebutuhan perlindungan kesehatan yang komprehensif, MSIG Life menghadirkan produk Asuransi Kesehatan Smile Health Prime. Produk ini dirancang untuk membantu nasabah menghadapi risiko biaya perawatan sekaligus mendorong gaya hidup sehat.
Salah satu keunggulan Smile Health Prime adalah manfaat No-Claim Discount hingga 15%. Nasabah yang berhasil menjaga kesehatannya dan tidak mengajukan klaim berhak mendapatkan premi lanjutan yang lebih hemat. Ini menunjukkan bahwa perlindungan kesehatan tidak hanya bernilai saat risiko terjadi, tetapi juga memberikan keuntungan saat nasabah aktif menjaga kesehatannya.
Pelayanan klaim produk ini didukung oleh jaringan lebih dari 290 rumah sakit yang tergabung dalam My Prime Hospital Network. Nasabah dapat memanfaatkan layanan cashless untuk kemudahan bertransaksi.
Selain itu, tersedia fasilitas tambahan seperti peningkatan kamar perawatan tanpa biaya tambahan dan ruang tunggu VIP bagi keluarga, sesuai dengan ketersediaan dan syarat ketentuan di masing-masing rumah sakit. Fasilitas ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi nasabah dan keluarganya.
Elly Susanti menekankan bahwa keluarga Indonesia saat ini membutuhkan perlindungan yang komprehensif, mudah diakses saat dibutuhkan, dan memberikan nilai tambah saat mereka menjaga kesehatan. Smile Health Prime dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
“Dengan manfaat perlindungan yang relevan, jaringan rumah sakit yang luas, serta apresiasi bagi nasabah yang tetap sehat, kami optimis Smile Health Prime dapat menjadi solusi yang tepat,” tutup Elly.
Baca juga: Prioritas Pemulihan Pascabencana: 11.512 Kegiatan Terpetakan
Melalui penguatan solusi dan layanan yang terus menerus, MSIG Life bertekad untuk terus menjadi mitra tepercaya bagi masyarakat Indonesia dalam melangkah menuju masa depan yang lebih percaya diri.





