Pancasila sebagai Panduan Hidup untuk Mewujudkan Cita-cita Bangsa

oleh -5 Dilihat
Pancasila sebagai Panduan Hidup untuk Mewujudkan Cita-cita Bangsa

KabarDermayu.com – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menegaskan bahwa Pancasila kini tidak hanya diajarkan sebagai hafalan butir-butir sila di sekolah. Nilai-nilai Pancasila harus benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Penegasan ini disampaikan dalam agenda penguatan Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila yang diselenggarakan di Kabupaten Sleman pada Kamis, 7 Mei 2026.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045. Fokus utamanya adalah mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam teknologi, tetapi juga memiliki karakter moral yang kuat.

Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, menekankan bahwa Pancasila harus menjadi pedoman hidup bagi seluruh warga negara Indonesia.

“Pancasila merupakan ‘meja statis’ yang mampu menampung segala keberagaman. Pancasila juga menjadi jiwa bangsa dan pedoman hidup bersama untuk mencapai cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” ujar Yudian dalam keterangan tertulisnya pada Kamis, 7 Mei 2026.

Ia menyampaikan kabar baik bagi orang tua dan para pendidik. Buku teks utama yang kini mulai diterapkan memiliki pendekatan yang sangat berbeda dari sebelumnya.

Jika pendidikan kewarganegaraan di masa lalu banyak didominasi oleh teori, buku teks baru ini dirancang agar lebih aplikatif dan mudah diterapkan.

“Berbeda dengan pendekatan sebelumnya, BTU memadukan 30 persen aspek pengetahuan dan 70 persen praktik aktualisasi. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dibiasakan dalam perilaku sehari-hari untuk membentuk karakter pancasilais,” jelasnya.

BPIP bersama dengan Kemendikbudristek telah menyelesaikan sebanyak 24 judul buku untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kehadiran buku-buku ini juga sekaligus mengisi kekosongan materi sejarah kelahiran Pancasila yang sempat tidak dibahas secara mendalam sejak era Reformasi tahun 1998.

Pemerintah Kabupaten Sleman menyambut baik inisiatif dari BPIP ini. Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyatakan bahwa penguatan karakter berbasis Pancasila ini sangat relevan dengan kearifan lokal masyarakat Sleman yang kental dengan budaya gotong royong.

“Masyarakat berkarakter Pancasila adalah masyarakat yang menjunjung tinggi nilai ‘Manunggaling Kawula lan Gusti’ sebagai harmoni antara pemimpin dan rakyat. Nilai ini diwujudkan melalui semangat gotong royong, toleransi, saling menghormati, serta cinta tanah air,” tutur Danang.

Baca juga: KSSK Waspadai Ketidakpastian Global dan Dampak Ekonomi Domestik

Melalui buku teks ini, para guru di Sleman diharapkan dapat berperan sebagai pendamping yang efektif bagi siswa. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan sikap toleransi dan kepedulian sosial sejak dini kepada generasi muda.