Pelaku Penembakan Dekat Gedung Putih Teridentifikasi, Pernah Jalani Perawatan Psikiatri

oleh -6 Dilihat
Pelaku Penembakan Dekat Gedung Putih Teridentifikasi, Pernah Jalani Perawatan Psikiatri

KabarDermayu.com – Insiden penembakan terjadi di dekat Gedung Putih Amerika Serikat pada Sabtu malam, 23 Mei, sekitar pukul 18.00 Waktu Setempat.

Seorang pria mengeluarkan pistol dari tasnya dan mulai menembak di persimpangan 17th Street dan Pennsylvania Avenue NW, Washington DC. Lokasi ini berada di dekat Gedung Eisenhower Executive Office.

Petugas Agen Rahasia yang berjaga segera merespons tembakan tersebut dan mengenai pelaku. Pelaku kemudian dilarikan ke rumah sakit namun dinyatakan meninggal dunia.

Identitas pelaku berhasil terungkap sebagai Nasire Best, seorang pria berusia 21 tahun. Menurut laporan dari CBS News dan CNN Internasional pada Minggu, 24 Mei 2026, Best telah menetap di Washington DC selama kurang lebih 18 bulan terakhir.

Sebelumnya, pada Juli 2025, Best pernah terlibat insiden dengan agen rahasia AS. Saat itu, ia mencoba memasuki area Gedung Putih dan kemudian ditangkap oleh petugas di sekitar lokasi.

Setelah insiden tersebut, Best menjalani perawatan di bangsal psikiatri karena masalah kesehatan mental yang dialaminya.

Catatan pengadilan menunjukkan bahwa Nasire Best beberapa kali berurusan dengan Dinas Rahasia. Dalam salah satu kasus, ia sempat dirawat secara paksa di rumah sakit jiwa. Di kesempatan lain, polisi setempat menangkapnya setelah ia mengaku sebagai Yesus Kristus.

Akun media sosial yang diduga milik Best juga memuat sejumlah unggahan yang mengkhawatirkan. Salah satunya diduga berisi ancaman kekerasan terhadap Presiden AS Donald Trump.

Baca juga: Persib Juara 3 Kali Beruntun, Manajemen Ucapkan Terima Kasih ke Persija

Dalam unggahan lain, ia menuliskan pernyataan, “Saya sebenarnya anak Tuhan.”

Terduga Pelaku Meninggal

Terduga pelaku yang melepaskan tembakan di pos pemeriksaan dekat Gedung Putih tewas setelah terlibat baku tembak dengan Agen Rahasia AS pada Sabtu malam waktu setempat. Pelaku sempat dibawa ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dunia.

Saat ini, kasus penembakan tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Penutupan jalan di sekitar Gedung Putih diperkirakan akan berlangsung hingga semalaman.

Presiden AS Donald Trump menyampaikan terima kasih kepada para petugas atas respons cepat dan profesional mereka dalam menangani pelaku penembakan. Trump menyebut pelaku memiliki riwayat kekerasan dan kemungkinan obsesi terhadap bangunan penting di negara tersebut.

“Terima kasih kepada Dinas Rahasia dan aparat penegak hukum kita atas tindakan cepat dan profesional malam ini terhadap seorang pria bersenjata di dekat Gedung Putih. Pelaku memiliki riwayat kekerasan dan kemungkinan obsesi terhadap bangunan yang paling dihargai negara kita,” tulis Trump di akun media sosial Truth miliknya, dikutip dari BBC UK pada Minggu, 24 Mei 2026.

Trump juga menyinggung bahwa insiden penembakan ini terjadi setelah acara White House Correspondents’ Dinner yang sebelumnya sempat terganggu oleh penembak lain. Menurutnya, kejadian ini menekankan pentingnya menyediakan ruang yang paling aman dan terlindungi di Washington bagi para presiden di masa depan, merujuk pada rencana pembangunan ballroom baru di Gedung Putih.