Polantas Diharapkan Menjadi Mitra Dekat dan Bersahabat Masyarakat

oleh -5 Dilihat
Polantas Diharapkan Menjadi Mitra Dekat dan Bersahabat Masyarakat

KabarDermayu.com – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menekankan pentingnya pendekatan yang humanis dan pemanfaatan transformasi digital dalam menjalankan tugas fungsi lalu lintas.

Beliau mengapresiasi jajaran Dirlantas yang dinilai telah aktif dalam membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat. Hal ini mencakup hubungan baik dengan pengemudi ojek online (ojol) serta berbagai komunitas yang beraktivitas di jalan raya.

“Saya berterima kasih kepada rekan-rekan Dirlantas yang telah mengelola hal tersebut. Dengan merangkul ojol, merangkul komunitas, mengajak silaturahmi, bahkan ke depan kita akan menciptakan Asosiasi Ojol Nusantara,” ujar Irjen Agus Suryonugroho.

Baca juga: 12 Pekerjaan Bergaji Tinggi 2034: Profesi Sektor Ini Mendominasi

Menurutnya, pengemudi ojol merupakan elemen masyarakat yang sangat penting. Mereka setiap hari berinteraksi di jalan dan berpotensi menjadi mitra strategis dalam menjaga keamanan serta ketertiban lalu lintas.

“Mereka adalah saudara kita yang selalu berada di jalan, yang dapat memberikan informasi dan diajak berdiskusi. Alhamdulillah, saat saya turun ke lapangan, mereka semua merasa bangga karena kita rangkul,” tambah Agus.

Pendekatan yang diterapkan oleh Polantas saat ini tidak lagi berfokus semata-mata pada tilang atau penegakan hukum. Prioritas kini adalah pendekatan hati dan membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Pendekatan kita bukan lagi tilang semata, bukan penegakan hukum saja, melainkan pendekatan hati. Anda harus dekat dengan masyarakat, merangkul mereka. Ketika mereka merasa dirangkul dan diajak bersilaturahmi, mereka akan merasa malu untuk melakukan pelanggaran,” ungkapnya.

Pernyataan ini disampaikan seiring dengan menurunnya jumlah pengaduan masyarakat terkait fungsi lalu lintas. Laporan terbaru menunjukkan angka pengaduan hanya sebesar 6,8 persen.

Kakorlantas Polri menegaskan komitmennya untuk terus membangun transformasi penegakan hukum lalu lintas yang lebih transparan, humanis, dan berbasis pada teknologi. Hal ini sejalan dengan upaya menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.