KabarDermayu.com – Enam aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) asal Spanyol dilaporkan telah tiba di Bandara Bilbao pada Sabtu waktu setempat. Namun, kepulangan mereka diwarnai dengan insiden kekerasan oleh pihak kepolisian.
Dalam rekaman video yang beredar, para pendukung aktivis berkumpul di area kedatangan bandara untuk menyambut kepulangan mereka. Situasi berubah menjadi ricuh ketika salah seorang kerabat aktivis mencoba mendekat namun dihalangi secara paksa oleh polisi.
Media publik Spanyol, TVE, melaporkan bahwa polisi terlihat memukul beberapa orang dengan tongkat dan menjatuhkan sebagian lainnya ke lantai. Teriakan massa terdengar di sekitar area bandara.
Menyusul insiden tersebut, Kepolisian regional Basque, Ertzaintza, menyatakan bahwa empat orang ditangkap. Tuduhan yang dikenakan meliputi pembangkangan serius, melawan penangkapan, dan menyerang petugas keamanan.
Divisi urusan internal Ertzaintza telah membuka penyelidikan untuk memastikan apakah tindakan para petugas telah sesuai prosedur. Pernyataan ini disampaikan setelah kejadian di bandara.
Tindakan polisi Spanyol terhadap para aktivis ini menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri Israel. Pihak Israel menuntut penjelasan dari pemerintah Spanyol terkait perlakuan terhadap aktivis flotilla.
Sebelumnya, ratusan aktivis GSF ditahan oleh militer Israel saat mencoba menerobos blokade terhadap Gaza. Mereka membawa bantuan untuk warga Gaza dan dicegat di perairan internasional.
Menteri Keamanan Israel, Itamar Ben-Gvir, sempat membagikan video penahanan aktivis GSF di pelabuhan. Video tersebut memperlihatkan dirinya mengejek para aktivis yang dipaksa berlutut dengan tangan terikat.
Video itu memicu kecaman internasional dari puluhan negara. Pemerintah Spanyol termasuk yang paling lantang mengecam tindakan Ben-Gvir. Bahkan, Spanyol mendesak Uni Eropa untuk menangguhkan perjanjian dagang dengan Israel.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Spanyol belum memberikan komentar resmi terkait insiden di Bandara Bilbao.
Hubungan Spanyol dan Israel terus memburuk seiring meningkatnya kritik Spanyol terhadap operasi militer Israel di Gaza. Konflik ini pecah setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 di Israel.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez bahkan menyebut operasi militer Israel di Gaza sebagai genosida. Tuduhan ini dibantah keras oleh pihak Israel.
Baca juga: Bojan Hodak Ungkap Tantangan Terberat Persib Musim Ini
Israel sempat menarik duta besarnya setelah Spanyol mengakui negara Palestina pada 2024. Spanyol kemudian secara permanen menarik duta besarnya untuk Israel pada Maret 2026.





