Pelatihan Bahasa Inggris Terbanyak Cetak Rekor MURI

oleh -5 Dilihat
Pelatihan Bahasa Inggris Terbanyak Cetak Rekor MURI

KabarDermayu.com – Program pelatihan Bahasa Inggris intensif yang diselenggarakan di Pulau Doom, Sorong Kepulauan, berhasil mencetak sejarah dengan meraih dua Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Acara penutupan program yang dinamai “Doom English Training Program 2026” ini berlangsung meriah di Balai Pertemuan Distrik Sorong Kepulauan pada Jumat, 8 Mei 2026.

Dalam lima hari penyelenggaraannya, program ini tidak hanya berhasil memecahkan rekor sebagai pelatihan peserta Bahasa Inggris terbanyak, tetapi juga sebagai pelatihan calon pengajar Bahasa Inggris terbanyak. Pencapaian ini menjadi sumber kebanggaan bagi masyarakat Papua Barat Daya, menunjukkan lahirnya inisiatif pendidikan yang mampu mengumpulkan ratusan peserta dari berbagai usia dan latar belakang profesi dalam waktu singkat.

Program yang baru saja rampung ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat, baik dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya maupun Dewan Perwakilan Rakyat. Dukungan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga keberlangsungan program ini secara berkala, sesuai dengan rencana yang telah dicanangkan oleh tim penggerak lapangan.

Penggagas program sekaligus Pembina Yayasan Pulau Doom, Engelin Yolanda Kardinal, menyatakan bahwa keberhasilan ini bukanlah sebuah akhir, melainkan sebuah permulaan dari gerakan pendidikan berkelanjutan yang ditujukan untuk generasi muda Papua Barat Daya. Ia memiliki harapan besar agar anak-anak di masa depan mampu menguasai Bahasa Inggris dengan baik dan dapat bersaing di kancah internasional.

“Harapan saya anak-anak ke depan sudah bisa berbahasa Inggris dengan baik dan bisa go international seperti daerah lain. Kita ini daerah wisata, banyak orang datang dari berbagai tempat, jadi kita harus siap,” ujar Engelin.

Menjawab berbagai pertanyaan mengenai langkah selanjutnya setelah pelatihan ini, Yayasan Pulau Doom secara resmi meluncurkan “Doom Education”. Lembaga ini akan berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan bahasa di Pulau Doom, memastikan bahwa pembelajaran tidak berhenti setelah program pelatihan lima hari.

Melalui “Doom Education”, program pembelajaran akan terus berlanjut dengan fokus pada pengembangan trainer lokal, pelatihan Bahasa Inggris lanjutan, serta rencana untuk memperkenalkan pembelajaran bahasa asing lainnya. Di antaranya adalah Bahasa Belanda, Jepang, dan Prancis, yang diharapkan dapat membuka cakrawala baru bagi masyarakat.

Saat ini, sebanyak 571 peserta telah berhasil menerima sertifikat kelulusan. Ke depannya, “Doom Education” menargetkan peningkatan jumlah peserta hingga 2.000 orang, dengan dukungan para trainer muda asli Papua yang akan terus dikembangkan.

Baca juga: Kiai Ashari: Ritual Menyimpang dan Sanksi Yayasan ART

Program ini juga menjadi wujud kesiapan masyarakat Pulau Doom dalam menyambut kebijakan pemerintah terkait penguatan pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat Sekolah Dasar (SD). Kementerian Pendidikan sendiri telah menginformasikan bahwa Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib di SD mulai tahun depan.

Informasi ini disampaikan dalam sosialisasi kementerian yang berfokus pada metode pengajaran Bahasa Inggris bagi para guru SD. Hal ini menunjukkan adanya sinergi antara inisiatif lokal dan kebijakan nasional dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya, menilai program ini sangat strategis dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayahnya. Ia menekankan pentingnya Bahasa Inggris di era modern.

“Bahasa Inggris saat ini bukan lagi sekadar kemampuan tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan penting dalam pendidikan, pariwisata, teknologi, perdagangan, dan hubungan internasional,” tegas Adolof.

Apresiasi serupa juga datang dari Ketua DPR Papua Barat Daya, Ortis F. Sagrim. Ia menyoroti efektivitas metode pembelajaran yang digunakan dalam program ini, yang dinilainya sederhana namun sangat berdampak.

“Sesuatu yang sebelumnya dianggap impossible, hari ini kita lihat nyata di depan mata. Anak-anak bisa menerima, memahami, dan mengingat materi dalam waktu singkat,” ungkap Ortis.

Penutupan program pelatihan Bahasa Inggris ini berlangsung dengan penuh kemeriahan dan antusiasme dari para peserta. Keberhasilan ini tidak hanya memecahkan rekor, tetapi juga semakin memperkuat semangat ‘Doom Tra Kosong’, sebuah gerakan pendidikan yang lahir dari Pulau Doom dengan visi untuk kemajuan Papua Barat Daya dan Indonesia secara keseluruhan.