KabarDermayu.com – Seorang pendaki asal Malaysia mengalami cedera serius saat melakukan pendakian di Gunung Rinjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Korban kini tengah menjalani perawatan medis intensif di Denpasar, Bali.
Kepastian ini disampaikan oleh Deputi Operasi Basarnas, Edy Prakoso, di Jakarta pada Selasa. Ia menjelaskan bahwa evakuasi medis udara (EMU) terhadap korban berhasil diselesaikan dengan aman pada pagi hari.
Sebelumnya, proses evakuasi sempat tertunda karena faktor cuaca ekstrem yang melanda area penjemputan. Korban yang terjatuh saat menuruni jalur pendakian dari arah puncak menuju Pelawangan, akhirnya dievakuasi menggunakan helikopter.
Edy Prakoso menambahkan bahwa korban diterbangkan menuju rumah sakit di Bali untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih memadai. Basarnas melalui Kantor SAR Mataram menerima laporan mengenai insiden ini pada Senin, 25 Mei.
Laporan tersebut menyebutkan adanya seorang pendaki asing yang terjatuh dan tidak dapat menggerakkan tubuhnya. Awalnya, korban dievakuasi secara manual oleh para porter dan pemandu wisata menuju Pelawangan 2 Sembalun.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim penyelamat dari Pos SAR Kayangan dan Kantor SAR Mataram segera bergerak. Mereka juga menerjunkan helikopter komersial dari Denpasar untuk mempercepat proses penanganan darurat.
Namun, setibanya di lokasi pada Senin sore, tim SAR menghadapi kendala cuaca. Kabut tebal menyelimuti kawasan gunung, memaksa helikopter untuk kembali ke pangkalan demi keselamatan penerbangan.
Korban kemudian distabilkan kondisinya di sebuah tenda darurat sembari menunggu kondisi cuaca membaik. Pada Selasa pagi, cuaca menunjukkan perbaikan yang memungkinkan helikopter untuk kembali beroperasi.
Helikopter lepas landas dari Lapangan Sembalun menuju titik penjemputan pada pukul 08.05 WITA. Proses penjemputan berjalan lancar, dan korban segera dibawa menuju Bali pada pukul 08.17 WITA.
Kantor SAR Mataram mengonfirmasi bahwa helikopter tersebut mendarat di helipad Benoa, Bali, pada pukul 09.05 WITA. Sesampainya di Bali, korban langsung dirujuk menggunakan ambulans.
Baca juga: Tokopedia Farma: TokoClinic, Layanan Kesehatan Tokopedia
Korban dibawa ke Rumah Sakit Inmedika Sanur yang berlokasi di Denpasar Selatan. Proses rujukan ini merupakan hasil sinergi terpadu antara tim gabungan, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), pemerintah daerah, dan potensi SAR setempat.





