Kerbau Albino Mirip Donald Trump Selamat dari Sembelih, Ada Apa?

oleh -4 Dilihat
Kerbau Albino Mirip Donald Trump Selamat dari Sembelih, Ada Apa?

KabarDermayu.com – Seekor kerbau albino dari Bangladesh yang mendadak viral karena disebut-sebut memiliki kemiripan dengan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akhirnya batal disembelih.

Kerbau dengan berat hampir 700 kilogram ini menjadi sorotan publik, terutama karena jambul pirangnya yang dianggap menyerupai gaya rambut khas Trump. Keunikan fisiknya inilah yang membuatnya menjadi perbincangan hangat.

Sebelumnya, hewan langka ini telah terjual untuk keperluan kurban pada perayaan Idul Adha yang jatuh pada 27 Mei lalu. Namun, nasibnya berubah drastis di menit-menit akhir berkat intervensi dari pemerintah Bangladesh.

Pihak Kementerian Dalam Negeri Bangladesh dilaporkan menghentikan proses penyembelihan. Keputusan ini diambil menyusul tingginya perhatian dan antusiasme masyarakat terhadap kerbau albino tersebut.

Baca juga: Wander Alley Walk BSD City: Pusat Bisnis & Investasi Baru Sinar Mas Land

Mengutip laporan dari Reuters pada Kamis, 28 Mei 2026, Menteri Dalam Negeri Bangladesh, Salahuddin Ahmed, secara pribadi memerintahkan agar kerbau tersebut tidak jadi dikurbankan. Pembeli pun diminta untuk menerima pengembalian dana, sementara kerbau itu akan segera dipindahkan ke kebun binatang nasional di Dhaka.

“Pada saat-saat terakhir, diputuskan bahwa kerbau itu tidak jadi dikurbankan karena alasan keamanan dan tingginya perhatian masyarakat,” ujar seorang pejabat kementerian yang enggan disebutkan namanya.

Awalnya, transaksi jual beli kerbau ini berjalan seperti biasa. Peternak bernama Ziauddin Mridha menjual kerbau tersebut kepada seorang pembeli menjelang momen Idul Adha. Situasi mulai berubah ketika video kerbau albino itu menyebar luas di media sosial.

Banyak warga yang kemudian berbondong-bondong mendatangi peternakan Mridha untuk melihat langsung keunikan jambul pirang kerbau tersebut. Selain itu, sifatnya yang tenang juga menarik perhatian para pengunjung.

Ziauddin Mridha mengungkapkan bahwa nama “Donald Trump” diberikan oleh adiknya. Sang adik merasa bahwa wajah kerbau albino itu memiliki kemiripan yang mencolok dengan mantan Presiden Amerika Serikat tersebut.

Mridha juga menambahkan bahwa kerbau kesayangannya ini memiliki sifat yang sangat jinak. Ia membutuhkan perawatan khusus, termasuk pemberian makan secara rutin dan pemandian yang teratur untuk menjaga kesehatannya.

Kerbau albino memang merupakan temuan yang sangat jarang di Bangladesh. Mayoritas kerbau di negara tersebut memiliki warna bulu yang gelap, sehingga keberadaan kerbau albino ini sontak mencuri perhatian.

Meskipun julukan “Donald Trump” diduga menjadi faktor utama yang menyelamatkan hewan langka ini dari penyembelihan, keunikan fisiknya yang jarang ditemui tetap menjadi daya tarik utama di tengah ramainya penjualan hewan kurban Idul Adha.